Makanlah Air

0
219

Oleh : umi Anna Rosdiana (Thibbun Nabawi Center)

Air memegang peranan yang sangat penting untuk tubuh diantaranya dalam proses menelan, menghaluskan, mencerna, memindahkan dan mendistribusikan makanan. Bersamaan dengan itu tugas air juga ikut memperlancar proses penyebaran berbagai zat, vitamin, hormon, unsur pertahanan, serta oksigen ke seluruh bagian tubuh, mempertahankan suhu, kelembaban dll.

Kekurangan air dalam tubuh, bisa menyebabkan demam, diabetes, migrain, batuk, TBC, asma, asam urat,  bronhitis,  infeksi, wasir, kegemukan, darah terlalu kental, haid tidak lancar,  penyakit kulit dll.

Banyak orang percaya bahwa minum 8 sampai 10 gelas atau 2,5 air putih sehari adalah cara minum yang sehat, namun masalahnya betapa banyak orang yang minum tapi bukannya semakin baik, malah semakin buruk, apa yang terjadi…?

Tahukah anda

Dalam tubuh ada 2 jenis air, air sehat dan air buangan, air sehat yaitu air yang ada dalam sel, air buangan yaitu air yang mengambang diantara  sel (diluar sel).

Air sehat adalah air yang memelihara aktivitas dan kehidupan tetap sehat, cantik dan berenergi. Tempatnya ada didalam sel-sel tubuh, air  yang baik dan sehat terkunci di dalam makanan yang kaya akan antioksidan dan bahan gizi alami. Ketika air di dalam sel rusak maka terjadi penuaan dan perembesan keluar sel menjadi air buangan.

Air buangan berkelana tanpa tujuan  melalui ruangan diantara sel dan jaringan, air buangan yang tertimbun akan menimbulkan pembengkakan pada tempat-tempat tertentu seperti pergelangan kaki,  kelopak mata,  jantung, paru-paru, liver, kembung, kegemukan, kurang tenaga, kurang tidur, kurang ingatan dll.

Yang manakah air sehat itu ?

Ternyata kebutuhan air sehat, bukan terdapat pada  air tawar/putih saja seperti yang kita duga, tetapi juga air yang ada di dalam makanan seperti buah dan sayuran. Apabila kita kekurangan sayur dan buah-buahan, maka tidak ada yang dapat menahan air didalam sel, yang menyebabkan kita minum hanya sekedar lewat saja, (beser), kita minum namun menjadi letih dan lemah dan bahkan minum terus tetapi selalu merasa haus terus.

Cairan yang kita konsumsi ketika makan buah dan sayur bukan sembarangan air, ia terbungkus di dalam stuktur makanan untuk menyediakan asupan air yang lambat dan stabil bagi tubuh kita (slow release). Maka ini lah yang dimaksud Makan Air, yakni mengkonsumsi air yang terkandung di dalam buah-buahan dan sayuran.

Penemuan di American journal of preventive Medicine menunjukkan bahwa rendahnya konsumsi buah dan sayur adalah faktor risiko bagi obesitas, sementara konsumsi yang memadai akan menurunkan resiko berkembangnya beberapa penyakit kronis.

Mulailah mempertimbangkan untuk konsumsi cairan yang berasal dari makanan, selain tentunya air tawar. Kebutuhan 2,5 liter cairan per hari misalnya bisa kita penuhi dari buah dan sayuran yang mengandung air, contohnya 1,5 liternya dari semangka, tomat, dll,  lalu sisanya air tawar.

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR