Kemerdekaan Bangsa merupakan Andil dari para Ulama, Kyai dan Umat Islam

0
163

Tamu Undangan Milad Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, Dr. Sakti Alamsyah, M.Pd, Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si

Sukabumi – Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengisi orasi Ilmiah dalam acara milad Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang berlangsung di Gedung Anton Sujarwo, komplek Setukpa Polri, Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Jabar, Selasa (13/6/2017).

Acara ini sepenuhnya diselenggarakan oleh UMMI dengan melibatkan berbagai pihak yang menghadiri acara tersebut seperti kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si, Dr. Sakti Alamsyah, M.Pd., selaku Rektor UMMI, Koordinator Kopertis Wilayah IV, Pangdam Siliwangi, Danrem 061 Bogor, Dandim 06-07 Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota, Wakil Walikota Sukabumi dan para tamu undangan lainnya.

Tamu kehormatan yaitu Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai penyampaian orasi ilmiah, menghimbau pada semua umat muslim agar dapat mengantisipasi hasutan, provokasi dan adu domba. “Ingatkan kembali jika Indonesia adalah bangsa besar yang bisa terus membangun jika semuanya bersatu,” kata Gatot di hadapan ratusan mahasiswa UMMI, Ormas Islam dan masyarakat.

Kemerdekaan bangsa merupakan andil dari para ulama, kyai dan umat Islam. TNI tidak akan mampu melawan musuh apabila tidak ada bantuan dari ulama dan kyai. Ingatkan kepada rakyat untuk tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan dibawah naungan NKRI.

Dalam kesempatan itu, Gatot memutar sebuah video pendek tentang hancurnya beberapa negara di timur tengah akibat isu SARA dan provokasi.Krisis ekonomi dan depresi ekonomi diakibatkan oleh kemajuan tehnologi. Pembangunan ekonomi tidak dilihat dari besarnya negara dan besarnya energi tapi dari seberapa besar inovatif yang diciptakan. Apabila negara kalah dalam inovatif maka akan terjadi krisis ekonomi.

Dengan adanya pemanasan Global maka beberapa negara sudah menutup imigran antara lain : Presiden Amerika, Uni eropa, Australia dan lain lain. Indonesia sangat potensi masuknya imigran apabila tidak kita waspadai maka kita akan terusir dari Indonesia.

Penjajahan media sosial perlu diwaspadai karena yang diserang tidak hanya orang tua tetapi sudah masuk ke anak anak. Ia memaparkan ragam ancaman menerpa Indonesia seperti terorisme hingga bahaya narkoba.

Gatot menampilkan data pengungkapan narkotika jenis sabu yang dilakukan BNN. Lewat layar lebar di dalam gedung tersebut, dia menyampaikan keberhasilan BNN selama tiga tahun terakhir dalam menyita barang bukti sabu.

Pada 2013 silam BNN menyita sebanyak 542,6 kilogram, lalu pada 2014 terkumpul 1,1 ton, dan 2015 tercatat 4,5 ton. Jumlah barang bukti sabu itu terus bertambah tiap tahunnya.

Dan dengan kayanya sumber daya alam yang dimiliki negara indonesia sangat rawan terjadinya perpecahan bangsa.

“Jangan sampai terjadi perpecahan, jangan ada konflik antar agama, apalagi internal kaum muslimin. Kita harus ingat negeri ini yang membentuk ialah kaum muslimin para ulama dan santri. Kalau saya kutip kalimat Dr Haedar Nashir (Ketum PP Muhammadiyah), Pancasila adalah hadiah terindah umat muslim untuk bangsa Indonesia,” tutur Gatot. (Blc)

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR