Prof Didin: Semangat Zakat tak Hanya di Bulan Ramadhan

0
111

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin

JAKARTA — Penghimpunan zakat di bulan Ramadhan 1438 H, meningkat sekitar 40 persen. Kesuksesan tersebut tidak hanya dialami oleh Baznas saja, tapi juga lembaga amil zakat lainnya seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat.

Dilansir dari Republika.co.id, Mantan Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Prof Didin Hafidhuddhin mengatakan, masyarakat saat ini memang sudah semakin sadar untuk berzakat melalui lembaga zakat berbadan hukum. Karena itu, menurut dia, semangat masyarakat untuk berzakat tidak hanya akan terjadi di Bulan Ramadhan saja, tapi juga di bulan-bulan lainnya.

“Semangat zakat itu tidak hanya di Bulan Ramadhan, tapi juga di bulan-bulan lainnya juga. Bisa kita lihat nanti coba di bulan depan. Dari pengalaman saya itu tetap, kalau meningkat sekarang akan meningkat terus,” ujarnya, Rabu (5/7).

Didin menegaskan, bahwa zakat tidak hanya di bulan Ramadhan saja yang mengalami kesuksesan, berbeda dengan infaq. Menurut dia, infaq hanya meningkat di bulan Ramadhan karena memang mendapat apresiasi lebih dari ajaran agama Islam di bulan Ramadhan.

Dia menuturkan, ada beberapa hal yang menyebabkan masyarakat semakin banyak yang berzakat di bulan Ramadhan. Pertama, yaitu masyarakat telah melihat bahwa lembaga amil zakat sudah semakin profesional dalam menyalurkan zakatnya dan hasilnya terlihat jelas seperti halnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan di bidang pemberdayaan ekonomi.

“Sudah banyak orang-orang yang asalnya tergantung pada meminta-minta. Kemudian setelah diberikan dana usaha oleh lembaga zakat menjadi tidak lagi,” ucapnya.

Menurut Didin, semangat umat Islam juga meningkat saat banyak masalah atau musibah yang menimpa rakyat Indonesia. Seperti halnya saat terjadi perlambatan ekonomi, ternyata masyarakat juga semakin banyak yang berzakat.

Karena itu, Didin berharap, lembaga zakat terus meningkatkan kinerjanya. “Jadi menurut saya lembaga amil zakat harus ditingkatkan, baik profesionalismenya, kepercayaannya, pemberdayaannya, supaya modal yang sudah hebat ini biasa bertambah di masa-masa yang akan datang,” katanya.

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR