MUI Sukabumi Siap Bantu Rohingya

0
74

Sukabumi, Beritalangitan.Com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi yang beralamat di Gedung Islamic Center, Kecamatan Cisaat. Menerima kunjungan salah satu warga asli Rohinggya Syeh Rafiq Haidar di aula islamic center komplek sekertariat MUI Cisaat Kabupaten Sukabumi. Senin (18/09/2017).

Rafiq Haidar adalah warga asli Rohingya yang kebetulan saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di timur tengah, namun dengan kondisi bangsanya yang terjadi saat ini dia kemudian memilih berkeliling ke Negara-negara di Asia dan sekitarnya dalam rangka mencari dukungan baik berupa bantuan kemanusiaan maupun dukungan politik dan militer. Dan dalam kunjungan nya ke beberapa kota di Indonesia ia tiba di Sukabumi dan diterima oleh Majlis Ulama Indonesia Sukabumi.

Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH. A.Komarudin menyambut baik kedatangan Syekh Rafiq Al Haidar dari Rohingya, menurutnya kita sebagai umat muslim indonesia sangat prihatin ấtas terjadinya tindakan militer Miyanmar terhadap muslim Rohingya, selaku muslim Kita harus membantu saudara kita disana, muslim itu bagaikan satu tubuh Ketika salah satu tubuh ada yang sakit maka tubuh yang lainpun merasakan paparnya.

Di tempat yang sama Syekh Rafiq Al Haidar yang di fasilitasi oleh Yayasan Harapan Amal Mulia menyampaikan sebagai perwakilan muslim rohingya ia mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar -besar nya kepada muslim Índonesia yang telah banyak membantu Rohingya.

Sebagai Umat muslim Rafiq Al Haidar mengaku bangga, “bảru kali ini sâya mendapatkan perhatian yang begitu besar dảri muslim yang berada di Indonesia” ia juga mengisahkan bagaimana muslim rohingya sâat ini adalah bangsa yang paling tertindas sepanjang sejarah dunia. Bísa kita lihat di media sosial bagaimana rasa keadilan dan kemanusiaan sudah tidak ada lagi disana.

Bangsa miyanmar terdiri dảri 120 suku yang mayoritas beragama budha sedangkan hanya suku rohingya yang beragama muslim, sebenarnya dalam sejarah kemerdekaan bangsa Miyanmar, muslim rohingya juga berkontribusi besar dalam memerdekaan miyanmar dảri penjajahan Inggris.

Sebelum terjadi seperti ini muslim rohingya menguasai perekonomian yang cukup maju, namun militer miyanmar merampas aset aset muslim rohingya untuk memiskinkan muslim rohingya, selain itu muslim rohingya dihapus kewarganegaraan nya. Pemerintah miyanmar mengintruksikan untuk menghancurkan fasilitas-fasilitas seperti masjid-masjid,klinik,sekolah dan tempat-tempat usaha yang di miliki muslim rohingya.

Rafiq Al Haidar mengatakan di minggu terakhir ini pemerintah miyanmar melakukan pembakaran besar-besaran mayat muslim rohingya untuk menghilangkan bukti-bukti dảri pantauan PBB yang saat ini belum ada tindakan.

Sebelum berangkat ke Indonesia Rafiq Al Haidar sempat mensolatkan dulu mayat anak-anak muslim rohingya đalam keadaan tidak sempurna anggota tubuhnya. Kondisi sâat ini muslim rohingya sangat membutuhkan bantuan makanan, sumber air dan medis meski bantuan yang masuk di batasi oleh pemerintah miyanmar, mereka memang membutuhkan bantuan makanan dan materi tetapi bantuan yang sesungguhnya adalah menghentikan kekejaman yang terjadi pada muslim rohingya.

(Du-And)

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR