RZ – “Rumah Pengelola Zakat Kepercayaan Ummat”

0
275

beritalangitan.com – Rumah Zakat mengawali kiprahnya di Bandung sejak Mei 1998, awalnya dinamai Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ), kemudian berubah menjadi Rumah Zakat, seiring waktu eksistensinya sebagai lembaga amil zakat semakin menanjak. Apalagi ketika telah mendapat sertifikasi pengukuhan sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 157 tanggal 18 Maret 2003. Jaringannya pun terus tumbuh secara cepat. Hingga pada awal 2006 setelah namanya disempurnakan menjadi “Rumah Zakat Indonesia” dan kini telah memiliki kantor pusat di Jalan Turangga Bandung dengan 28 titik kantor pelayanan di 18 provinsi di Indonesia.

Umat telah mempercayai “Rumah Zakat Indonesia” untuk mengelola dana Zakat Infaq Shodaqoh yang mencapai kisaran lebih dari 200 milyar rupiah per tahun. Tentu angka ini muncul bukanlah sebuah mukjizat atau sebuah keajaiban, tetapi inilah bentuk apresiasi dan kepercayaan mayarakat kepada Rumah Zakat (RZ), inilah bukti sebuah dedikasi dan kredibilitas sebuah lembaga pengelola zakat yang akuntabel, transparan dan sehat secara administrasi tentunya.

Dengan di nahkodai oleh CEO nya yaitu Nur Effendy, RZ hari ini tampil sebagai lembaga amil zakat yang terdepan dan dipercaya di tanah air, di RZ semua pelaporan keuangan dilakukan secara transparan dan di audit oleh auditor independen sehingga masyarakat bisa tahu dengan mudah kemana saja Zakat Infaq atau Shadaqohnya disalurkan, begitupun dengan mereka yang berminat berzakat berinfaq atau bershadaqoh, RZ telah menyediakan sarana yang teramat mudah yaitu dengan program “Sharing Happines” yaitu sebuah layanan ZIS melalui internet yang memungkinkan penyetor dapat melakukan transaksi kapan dan dimana saja, demikian juga jika peyetor ingin mengetahui kemana dana yang ia berikan disalurkan RZ akan memberikan keyword khusus sehingga penyetor bisa mengakses langsung penyaluran dana melalui program-program RZ.

IMG_8067

 Irvan Nugraha (Direktur Marketing RZ)

Direktur Marketing RZ Irvan Nugraha mengatakan bahwa “Spirit pengelolaan RZ adalah spririt professional”, agar masyarakat yang dibantu maupun para muzaki merasa nyaman dan kami terus meningkatkan kemampuan pemberdayaan masyarakat dan pelayanan melalui program-program yang populis, bermanfaat, dan inovatif, disamping kami juga terus mengkampanyekan program-program agar dapat membangun kepercayaan dari masyarakat disamping melakukan sinergi dengan berbagai elemen baik perusahaan swasta, komunitas maupun pemerintah, dengan demikian masyarakat dapat melihat kinerja RZ secara menyeluruh karena yang kami bangun adalah bagaimana masyarakat mengenal program RZ dan bukan tokohnya, kini donatur tetap yang sudah bergabung dengan Rumah Zakat tak kurang dari seratus ribu orang meski ritme penyaluran zakatnya bervariasi, ada yang satu bulan sekali, tiga bulan sekali, bahkan ada yang setahun sekali, pertumbuhan ini seiring dengan semakin dikenalnya RZ dan juga seiring dengan pertumbuhan ekonomi sehingga secara perlahan kesadaran untuk berzakatpun semakin tinggi.

Berikut Program RZ yang bisa kita lihat hingga bulan Agustus 2016

PROGSemua program tersebut teraplikasikan melalui sekitar 800 desa binaan, namun sebagai lembaga amil zakat nasional angka capaian tersebut terhitung masih sangat rendah dibanding potensi zakat sebenarnya yang hampir mencapai 217 trilyun pertahun nya, jadi jumlah penyetor zakat saat ini sebenarnya masih sangat rendah baru mencapai diatas 2% saja dibanding jumlah penduduk muslim diIndonesia in, namun uniknya meski demikian tak sedikit Rumah Zakat menerima donasi dari masyarakat non muslim, bahkan tak jarang di musim qurban ada orang non muslim yang sengaja berqurban katanya karena tertarik dengan program Super Qurban yang di luncurkan RZ, tidak apa-apa selama itu bersifat kemanusiaan dan tidak mengikat kita terima, mungkin itu masuknya sumbangan kemanusiaan saja sifatnya, lalu penyalurannya kami menggunakan Integrated Community Developmen (ICD) atau pemberdayaan berbasis komunitas yang tersebar di 800 desa dari 18 Provinsi tadi.

Keberadaan Rumah Zakat memang selain berupaya membantu mengentaskan kemiskinan, dan secara tidak langsung disisi lain membantu pemerintah dalam permasalahan kemiskinan ini, kendatin beberapa Lembaga Amil Zakat memang mendapat bantuan opersional dari pemerintah namun bagi RZ sama sekali tidak demikian, program pemberdayaan dan pembinaan yang dilakukannya malah seringkali sangat membantu meringankan beban pemerintah terutama didaerah dan dikantung-kantung kemiskinan.*(DU)

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR