Warga protes, Perbaikan Jalan di Desa Bojong Kembar tidak merata

1
494

Sukabumi -Perbaikan jalan di lingkungan Desa Bojong Kembar Jalan Warung Asem Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menuai protes warga. Pasalnya, pihak Desa di anggap tebang pilih karena dari lima kampung hanya beberapa Kampung yang di lakukan pengaspalan, sehingga perbaikan  jalan yang bersumber dari dana pemerintah itu menuai protes warga.Senin (17/07/2017).

Padahal, di daerah itu terdapat lima Kampung di Antaranya Kp.Warung Asem,Kp.Cikareo,Kp.Cisonggom,Kp.Sukatani dan Kp.Margasari yang letaknya tidak berjauhan, dan sejatinya perlu mendapatkan perhatian yang sama.

Berdasarkan pantauan dibeberapa titik jalan, mulai dari depan Jalan Raya tepatnya Jalan Warung Asem dilakukan perbaikan kurang lebih 700 Meter sampai Kp.Cikareo. Selain itu, perbaikan juga dilakukan di jalan Kp.Sukatani yang sebelum nya melewati Kp.Cisonggom.sedangkan Kampung Cisonggom sendiri tidak ada perbaikan.

Hal itu yang membuat warga di lingkungan kecewa dan merasa dianak tirikan oleh pihak pemerintah desa dalam pengaspalan itu.sehingga menimbulkan warga melakukan protes dengan menanam pohon pisang di jalan.

Menurut laporan BM (warga yang tidak mau di sebut namanya)”Jika tidak ada nya kejelasan maka warga akan menambah pohon pisang sepanjang jalan yang tidak mendapatkan pengaspalan tersebut.

Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan hanya tinggal batu-batu yang runcing yang tidak tersentuh dengan program tersebut. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, pengaspalan jalan lingkungan di Desa Bojong Kembar itu sepanjang kurang lebih sekitar 700 meter. Namun yang disesalkanya, pengaspalan itu tidak dilaksanakan secara merata,kata BM yang berdomisili di Kp.Cisonggom. membuat kami kecewa, kok kenapa Kampung kita di lewati, apa maksudnya coba,” kata BM

BM berharap semoga pihak pemerintah segera mengambil keputusan yang tepat supaya emosi warga tidak berkepanjangan, jika hal itu tidak ada kejelasan di hawatirkan warga melakukan tindakan yang tidak di inginkan.”tutup nya.
(And)

Suara Ulama

1 KOMENTAR

  1. Mungkin Masyarakat tersebut belum paham mengenai Skala yang telah di prioritaskan sebelumnya Berdasakan MUSDES. Sehingga mereka tidak tahu daerah mana yang harus di utamakan untuk pengaspalan.

TINGGALKAN KOMENTAR