Afan Ahmad Rifa’i, “Sabar Menuntut Ilmu Agar Bisa Berguna Kelak”

2
1194
Afan Ahmad Rifa'i Santri Pondok Pesantren Al Istiqlaal Al Islamy

Cianjur, 21/3 (beritalangitan.com) – Berawal dari sang ayah yang memiliki pesantren di kampung halamannya di Purwakarta, Afan Ahmad Rifai (24) asal Kampung Cibinong Kecamatan Plered, Purwakarta ini adalah anak pertama dari sepuluh bersaudara dari pasangan H. Malik (Alm) dan Hj. Halimatusadiyah. Pemuda ini mulai menempuh jenjang pendidikan pesantren pada tahun 2008 di Purwakarta, Ia memiliki keinginan untuk meneruskan pesantren Ayahnya yang sekarang ini dipimpin oleh pamannya.

Setelah selesai mondok di Purwakarta, Afan meminta ijin kepada sang guru untuk melanjutkan berguru di tempat lain, dan saat itu sang guru menganjurkan agar Afan melanjutkan pesantrennya  di daerah Jawa Barat selatan tepatnya di Kabupaten Cianjur.

Tahun 2012 Afan masuk pondok pesantren Al Istiqlaal Al Islamy yang berada di Kampung Cicantu Desa Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu Cianjur.

Sebenarnya kegiatan belajar mengajar di pesantren ini tidak jauh beda dengan kegiatan pesantren lain yaitu belajar sorogan, balagan, ilmu alat (Alfiyah) dan lain lain. Namun di pesantren ini Afan mendapat tambahan pelajaran keahlian dan keterampilan berupa menjahit, ternak lele dan ternak sapi.

Menjahit dan Ternak Lele, Kegiatan Santri untuk Kemandirian
Menjahit dan Ternak Lele, Kegiatan Santri untuk Kemandirian

Keunikan lain di pesantren yang berasal disekitar Cianjur ini adalah hampir seluruh santri pada hari kamis dan jum’at  diliburkan, tujuannya agar para santri memiliki luang waktu untuk liburan atau mengisi dengan kegiatan jasmani agar tidak terlalu jenuh menekuni kitab di pesantren.

Ini merupakan sebuah metode agar para santri betah mondok di pesantren. Hingga kini tiga tahun sudah Afan mondok di pesantren ini, keinginan yang besar dan kuat menjadi sebuah kekuatan baginya untuk terus menimba ilmu. Suatu saat nanti setelah selesai mencari ilmu ia akan meneruskan memimpin pesantren yang didirikan oleh Almarhum ayahnya di Purwakarta, dan Ia juga ingin menjunjung nama baik pesantren yang telah membesarkan dan memberinya ilmu yang bermanfaat baginya dan bagi orang lain.

Jika mengutip sebuah perkataan seorang salaful shaleh Sayyidina Ali dalam kitab Ta’lim, “Syarat menuntut ilmu yaitu pertama sabar, kedua cerdas, ketiga bersungguh sungguh, keempat ada bekal, kelima petunjuk guru dan keenam adalah lamanya waktu, mudah mudahan saya bisa melalui semua proses itu dengan baik agar cita-cita saya untuk menjadi pembimbing ummat ini bisa terlaksana”.   (Tim Lipsus Beritalangitan.com)

Suara Ulama

2 KOMENTAR

  1. Makasih banyak buat media syi’ar islam beritalangitan.com yang telah berdakwah menjunjung tinggi agama islam ..
    Semoga segala usaha dakwah-Nya tetap konsisten dalam kifrah keislaman dan mendapat balasan dari Allah SWT

TINGGALKAN KOMENTAR