Pondok Pesantren Al Musri, Pondok Salafiyah Terbesar di Cianjur

5
17683
KH. Saeful Uyun Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri Cianjur

Cianjur, 22/3 (beritalangitan.com) – Gelar kota santri bagi Kabupaten Cianjur memang layak karena menurut survey Kementerian Agama pada tahun 2010 terdapat lebih dari 400 pondok pesantren tersebar di Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut mungkin berbeda dengan saat sekarang, pesantren mungkin saja bertambah drastis secara kuantitas, tetapi untuk pesantren salafiyah yang memiliki pondok yang tersisa hanya sekitar 40 pesantren saja, itupun jumlah santrinya tidaklah banyak, hanya berkisar seratus atau dua ratus saja.

Bangunan bangunan di area Ponpes Al Musri Cianjur
Bangunan bangunan di area Ponpes Al Musri Cianjur
Bangunan bangunan di area Ponpes Al Musri Cianjur
Bangunan bangunan di area Ponpes Al Musri Cianjur

Hanya satu pesantren bercorak salafiyah di Kabupaten Cianjur yang hingga kini bertahan memiliki lebih dari 1000 orang santri, yaitu pondok pesanten Al Musri yang berada di Kampung Ciendog Rt. 3/7 Desa Kerta Jaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.

Pondok pesantren Al Musri didirikan oleh Alm. KH. Ahmad Faqih pada tahun 1947, sebelumnya dengan nama Miftahul Huda Cianjur namun pada tahun 1974 barulah berganti nama menjadi Al Musri. Pada awalnya perintisan pondok pesantren Al Musri hanya memiliki satu bangunan yang terdiri dari 10 Pondok santri, itupun berdiri di lahan yang ada di pinggir selokan irigasi dan di atas ladang ilalang.

Tetapi seiring bertambahnya santri yang belajar di pesantren hingga sekarang Al-Musri sudah memiliki lahan seluas 40 ribu meter persegi dan memiliki  bangunan pondok, masjid dan sarana lainnya seluas 10 ribu meter persegi. Santri yang belajar disinipun sudah lebih dari 1200 orang yang terdiri dari santri putra dan santri putri.

Ditemui tim lipsus pesantren beritalangitan.com, ketua yayasan sekaligus ketua dewan Kyai Al-Musri KH. Saeful Uyun menjelaskan santri yang saat ini belajar di pondok pesantren Al Musri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Nangroe Aceh Darusalam, pulau Jawa hingga Kalimantan. Alumninya pun terhitung ada lebih dari 4000 orang yang sudah tersebar diberbagai wilayah, ada pula sebagian yang sudah membuka cabang atau pondok pesantren lagi di tempat tinggalnya sekarang, bahkan ada yang dimukimkan di Pedalaman pulau Kalimantan untuk membantu penduduk Dayak dalam belajar ilmu Agama.

Selain belajar kitab kuning dan Ilmi Fiqih, di pesantren ini pun di ajarkan Ilmu falaq dan bahasa Inggris yang dijadwalkan setiap minggunya. Di pesantren ini pun sudah mampu menyelengarakan kejar paket untuk para santrinya yang ingin memiliki ijazah kesetaraan. Pesantren Al-Musri ini juga menggunakan metode belajar percepatan dengan hanya memerlukan waktu 6 Bulan saja membereskan seluruh tingkatan.

KH. Saeful Uyun mengungkapkan rencana kedepannya ingin menambah lagi bangunan Pondok untuk santri putra karena kondisi saat ini sudah tidak mampu lagi menampung santri yang ada. Dan berharap pemerintah melalui kemenag membuat penyetaraan dan santri yang sudah lulus dari pesantren mendapatkan ijazah atau sertifikat secara resmi yang dikeluarkan oleh Dinas terkait. Oleh karenanya saat ini lulusan pesantren itu meskipun saat ini belum ada ijazah resminya namun pekerjan untuk para kyai sudah menunggu, pungkasnya. (Tim Lipsus Beritalangitan.com)

Suara Ulama

5 KOMENTAR

  1. Semoga makin jaya pesantren al_musri..
    ada adik saya yg sdg mnimba ilmu di situ…
    alhamdulillah disini di jambi sudah buka cabangnya

  2. Barakallah pesantren Al_Musri…
    semoga adek saya dimudahkan disana dalam menimba ilmunya…
    alhamdulillah disini, di Jambi udah buka cabangnya

TINGGALKAN KOMENTAR