Pondok Pesantren Itu Harus Tertata Dengan Baik dan Tetap Istiqomah

0
324

Sukabumi, 22/02 (beritalangitan.com) – Pondok Pesantren Al-Intidzoom berdiri tahun 1985 di daerah Cilangkap Jaya kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi yang kemudian pada tahun 1998 hijrah ke Jalan Gunungguruh Girang Rt.14/04 Desa Babakan Kecamatan cisaat Kabupaten Sukabumi, kini Al-Intidzoom sudah berdiri diatas luas tanah kurang lebih 1000 M.

Dipimpin oleh Kyai ME. Kosasih (54), Lahan Pondok Pesantren Al-Intidzoom ini awalnya wakaf dari orangtua seorang sahabat Kyai ME. Kosasih semasa mondok dulu,

“Orangtua teman saya ini memang mewakafkan lahannya untuk di jadikan Pondok Pesantren. Alhamdulillah akhirnya terwujud dan kini banyak santri yang ingin menimba ilmu di pondok pesantren ini,” tutur beliau kepada beritalangitan.com ketika ditemui di Pesantren Al-Intidzoom, Selasa (21/2).

IMG-20170220-WA0038_resizedPimpinan  Pondok Pesantren Al-Intidzoom – Kyai ME. Kosasih

Sempat pernah terjadi konflik di awal tahun 2011, dimana salah seorang dari keluarga pemilik tanah tidak setuju lahan tersebut diwakafkan, kemudian menggugat dan menyegel Pondok Pesantren Al-Intidzoom dengan alasan akan dibuat Yayasan. Pada waktu itu Kyai ME. Kosasih berniat membayar tanah tersebut agar aktivitas para santri tetap berjalan, Namun pemilik tanah tidak menjualnya.

Hingga pada akhirnya atas Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ada seorang Pengusaha yang membelikannya lahan untuk mengganti tanah yang di gugat tadi, letaknya pun tidak jauh dari kawasan sebelumnya.

“Alhamdulillah sampai saat ini Pondok Pesantren Al-Intidzoom ini masih berdiri dan istiqomah menjalankan amanat Guru saya yaitu mendidik santri menjadi manusia – manusia yang sholeh,” kata beliau.

Menurut Kyai ME. Kosasih, Pesantren merupakan salah satu media untuk mencetak Ulama, Jadi jangan sampai pondok pesantren itu hilang dan gulung tikar.

Sesuai nama yang diberikan oleh Sang Guru yaitu AL-Intidzoom yang berarti Tertata yang bermakna “Jika Kebenaran tidak terorganisir, maka akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir”.

“Untuk itu saya berpesan kepada seluruh ulama yang memiliki pondok pesantren agar tetap istiqomah, sabar dan terus berbuat untuk menata umat ini agar terus menjadi lebih baik.” tutup Kyai ME. Kosasih. (hf/fj)

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR