Faedah Sirah Nabi: Pengaruh Garis Keturunan yang Mulia

0
88

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam punya silsilah keturunan yang terhormat dan itu sangat berpengaruh pada dakwah beliau.

Abu Sufyan pernah menyebutkan perihal garis keturunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan Raja Heraklius, “Muhammad memiliki silsilah garis keturunan yang sangat mulia di antara kami.” (HR. Bukhari, 1: 5, kitab Bad’u Al-Wahyi, no. 6)

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam punya garis keturunan yang mulia yang secara lengkap nama beliau adalah:

Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim bin ‘Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Silsilah dari ‘Adnan sampai Nabi Ibrahim ‘alaihis salam terdapat perselisihan pendapat di antara para ulama.

Kalau kita perhatikan garis keturunan dari kakek-kakek Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan nampak garis keturunan beliau itu begitu terhormat.

  • Qushai, ia memiliki kedudukan tinggi dalam diri orang Quraisy, dan dikenal sebagai tokoh yang jujur.
  • ‘Abdul Manaf, putera yang paling menonjol dari putera-putera Qushai yang terkenal biasa mengatur pembagian air minum dari sumur Zam-zam.
  • Hasyim, terkenal dermawan karena biasa menyiapkan roti untuk jama’ah haji.
  • ‘Abdul Muthallib, ia menggali kembali sumur Zam-zam dan dialah yang bernadzar jika ia dikaruniai sepuluh anak laki-laki, maka dia akan menyembelih salah satu di antaranya.

Beberapa faedah dari bahasan ini:

  1. Dalam dakwah jika ingin mengajak pada persamaan derajat, butuh yang berdakwah adalah dari kalangan orang terhormat.
  2. Orang Arab dari kafir Quraisy yang mengenal silsilah terhormat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu tidak akan mencela nabi dari sisi keturunan.
  3. Banyak yang membela Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena beliau berasal dari garis keturunan yang terhormat, walaupun yang membelanya tidak masuk Islam. Contoh yang membela beliau dengan sangat gigih adalah paman beliau, Abu Thalib.
  4. Kalau kita adalah orang yang berasal dari keturunan terhormat sangat baik sekali memanfaatkan kedudukan tersebut untuk berdakwah.
  5. Kedermawanan sudah sangat dikenal di kalangan bangsa Arab, di antaranya biasa membantu jamaah haji. Namun sayangnya mereka adalah orang-orang yang masih tetap mempertahankan tradisi kesyirikan yang menjadikan sedekah mereka tidak berbuah apa-apa.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi:

Fikih Sirah Nabawiyah. Cetakan kelima, 2016. Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Zaid. Penerbit Darus Sunnah.

@ Kopi Tagae, Kota Ambon, malam 8 Syawal 1438 H

 

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR