Edisi [4] Tafsir Surat Al-Maidah 51 “Dalam Pencarian Sosok Kepemimpinan Nubuwah”

0
178

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kita hidup di zaman ini, zaman yang penuh dengan fitnah. Kita tahu bahwa umat Islam tengah dilanda fitnah baik pada tataran dunia dengan bergejolaknya peperangan di Aleppo Suriah dimana masyarakat sipil termasuk didalamnya Perempuan dan Anak-anak kecil dibantai oleh Rezim yang berkuasa. Kemudian di dalam negeri, umat Islam diuji keberpihakannnya kepada kitab suci al-Qur’an, dimana seorang Gubernur Ibu Kota Jakarta seorang Nasrani menghina kitab suci al-Qur’an bahkan menghina para ulama dan umat ini. Juga tidak luput pula fitnah menghantam pribadi-pribadi yang tengah berjuang memperjuangkan agama ini. Ini zaman fitnah yang sangat luar biasa.

Sa’id Hawa berkata, ”Fitnah digunakan secara mutlak pada tersebarluasnya pemikiran-pemikiran yang aneh lalu digunakan secara mutlak juga pada cengkeraman yang dilakukan oleh orang-orang kafir atau orang-orang zholim terhadap orang-orang beriman. Fitnah juga digunakan secara mutlak pada chaos atau kekacauan tanpa terang duduk permasalahannya dalam dinamikan politik, fanatisme golongan serta penyerangan dan penyerbuan yang disebabkan oleh fanatisme. Istilah fitnah juga diartikan secara mutlak pada apa saja yang memfitnah manusia dalam agamanya baik berupa harta, pangkat atau kehormatan diri, perasaan batin atau pun orientasi batil. Termasuk pula dalam cakupan terminologi fitnah adalah provokasi antar manusia dan upaya untuk memecah-belah antara orang-orang yang saling mencintai”. (DR. Muhammad Ahmad Al Mubayyadh, Ensiklopedi Akhir Zaman, Bab Al Fitan Hal. 450, Granada Mediatama)

Fitnah yang menerpa umat Islam di negeri ini adalah Fitnah Kepemimpinan dimana umat Islam bangsa Indonesia sedang diuji oleh tafsir kepemimpinan dengan menggemanya tafsir surat al-Ma’idah ayat 51. Sehingga redaksi masih menganggap perlu menyuguhkan tulisan kajian utamanya dengan bahasan seputar Tafsir Surat al-Maidah ayat 51 dalam Persfektif Kepemimpinan Nubuwah.

Dalam Edisi 4 bulan Jumadil Awal 1438 H ini redaksi menurunkan liputan Biografi KH. Soleh Iskandar, ia seorang pejuang Islam dari kota Bogor yang telah berhasil dan mempelopori berdirinya BKSPPI (Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan pelopor berdirinya tiga pilar kekuatan umat Islam seperti Universitas Ibnu Khaldun, berdirinya Rumah Sakit Islam dan berdirinya Bank Syari’ah di kota Bogor serta beberapa pilar wasilah perjuangan umat Islam di kota tersebut.

Sajian lainnya pada edisi kali ini redaksi menyuguhkan Liputan Pesantren dari Sukabumi dan Bandung dimana dua pesantren ini merupakan pelopor perjuangan umat Islam. Di Sukabumi sudah tidak asing lagi dengan Pesantren Salafiyah Tipar dimana di pesantren tersebut pernah berguru beberapa ulama besar seperti ajengan Choer Affandy dari Manonjaya Tasikmalaya dan kiyai-kiyai lainnya, sampai saat ini Pesantren Salafiyah ini produktif mencetak kitab-kitab kuning. Kemudian dari Bandung Pesantren al-Qur’an Babussalam di Ciburial Dago Pakar merupakan pesantren yang sudah berdiri di banyak pulau-pulau Indonesia seperti di Pulau Selayar Sulawesi Selatan dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Selain liputan-liputan tersebut pada edisi bulan ini menyuguhkan pula tulisan tentang Dunia Islam dari tanah Aleppo, tragedi ini berawal dari tragedi Arab Spring yang berkepanjangan dimana dari tanah tersebut umat Islam telah dilanda fitnah yang sangat luar biasa sehingga kita umat Islam bangsa Indonesia perlu menampilkan rasa empatinya atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Selanjutnya silahkan simak oleh para pembaca dalam terbitan bulan ini, semoga bermanfaat bagi kelanjutan perjuangan Umat islam bangsa Indonesia, Jazakallah khair.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam dari Redaksi Suara ‘Ulama

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR