Foto dengan Artis, Fitnah Modern yang Digandrungi Remaja

0
212

Beritalangitan.com – Fenomena yang banyak digrandrungi oleh remaja salah satunya adalah berfoto dengan artis. Ada rasa bangga tersendiri apabila dapat selfie atau berfoto bareng dengan artis yang sedang jadi idola. Seringkali kebanggaan ini lebih dominan daripada rasa malu yang seharusnya muncul. Bagaimana tidak? Si artis tidak kenal dengan kita, mengapa kita ngotot ingin bisa berfoto dengannya? Belum lagi kalau si artis adalah lawan jenis yang tentu saja ada batasan tertentu sebagai muslimah untuk menjaga batas pergaulan.

Masih ingat kan hebohnya para muslimah dengan kedatangan Fatih Seferagic? Banyak tulisan dan komentar tercipta gara-gara kejadian tersebut. Alih-alih positif, mayoritas adalah tanggapan negatif. Muslimah bertingkah seolah tak ada beda dengan perempuan jahiliyah lainnya. Kekaguman pada sosok idola membuat mereka seolah hilang akal. Istighfar. Sudah cukup, ya ukhti. Semoga tidak muncul lagi berhala modern lain dalam sosok tokoh idola meskipun ia seorang Qori handal dan hafidz Quran.

Tidak perlu juga kita memaksakan diri untuk berfoto dengannya. Apa sih yang didapat setelah bisa berhasil foto dengan idola? Kebanggaan? Lalu setelahnya apa?

Jauh lebih bagus bila energi yang ada kita manfaatkan untuk meneladani sisi positif yang ada. Misalnya saja belajar Islam dengan lebih baik, terinspirasi untuk menjadi penghapal Quran dan berprestasi untuk tabungan akhirat kelak.

Ingat, si tokoh tidaklah makshum atau bersih dari salah dan dosa. Tidak perlu berlebihan mengidolakan dia sedemikian rupa. Sisi negatif si tokoh, misalnya foto-foto dengan lawan jenis terutama artis yang terkenal suka pamer aurat, tidak usahlah ditiru. Karena sosok manusia yang pantas dan layak ditiru cuma satu yaitu Rasulullah SAW. Itu saja.

Muslim dan muslimah itu adalah sosok yang tidak gampang heboh dengan keindahan duniawi, termasuk yang menjelma dalam sosok ganteng atau cantik sosok idola. Biasa sajalah dalam bersikap. Cool man, kata orang bule sono. Jangan jadi orang katrok hanya karena lihat ada bule cakepan sedikit. Kata teman yang tinggal di Inggris, banyak bule bertampang kayak si Fatih itu. Mulai petugas kebersihan, tukang angkut sampah, penjaga gerai makanan hingga eksekutif muda dan sebagainya. Masa iya, kamu akan histeris terus tiap lihat ada makhluk bening begitu?

Tundukkan pandangan ya akhi, ya ukhti. Itulah gunanya syariat diturunkan agar manusia bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Pandangan tidak diumbar agar tidak muncul kekaguman berlebihan sehingga menimbulkan histeris yang sangat tidak pantas dilihat.

Hijab ini ya ukhti, bukan hanya kain aksesoris yang menempel di kepala.

Hijab ini ya ukhti adalah identitas diri dan wujud ketaatan seorang hamba kepada Rabbnya.

Hijab ini ya ukhti sebagai pengingat diri saat kita lalai. Dengan begitu kita akan terus diingatkan untuk bersikap selaras dengan makna hijab. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Suara Ulama

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR