Festival Mural Art Saritem 2016 Dibuka Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial

0
1343
Kegiatan seni Islami di kawasan Saritem Bandung

Bandung, 19/06 (beritalangitan.com) – Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial secara resmi membuka Saritem Mural Art Festival 2016, di kawasan yang dulunya pusat lokalisasi prostitusi di Bandung, Sabtu (18/06).

Selain untuk menyambut bulan suci Ramadan 1437 H, kegiatan ini sekaligus berupaya menampilkan citra positif kawasan Saritem sebagai kampung kreatif bernuansa Islam.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial menilai keberadaan pesantren Darut Taubah di Saritem, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, belum maksimal mengubah kesan negatif bekas pusat prostitusi di Kota Bandung itu. Harus ada sinergi penguatan agama dan ekonomi masyarakat untuk menghapus praktik prostitusi yang tersisa.

Kawasan Saritem Bandung
Kawasan Saritem Bandung

“Ketika pesantren di Saritem menjalin komunikasi dengan baik di masyarakat, nanti mereka akan punya kegiatan-kegiatan positif. Industri rumahannya juga harus digali lagi,” ujar Oded.

Oded telah membicarakan pentingnya berkomunikasi dan membuat terobosan dengan pemimpin pesantren. Pemerintah Kota Bandung juga mendukung langkah Camat Andir, Nofidi H. Ekaputra, menggelar lomba mural sebagai langkah awal membentuk kampung kreatif.

Sesi foto bersama
Sesi foto bersama

Nantinya di kawasan Saritem, akan dipenuhi oleh mural-mural yang bernuansa lukisan kaligrafi Islam, yang kontemporer dan indah sesuai dengan kreasi masing-masing. Melihat banyak warga setempat yang merubah Saritem sedikit demi sedikit, membuat Nofidi optimis jika Saritem lambat laun akan jauh dari dunia prostitusi dan hilang dengan sendirinya.

Nofidi mengatakan pondok pesantren di Saritem tidak bisa dipungkiri turut membantu memelihara Saritem dari kambuhnya praktik prostitusi. Namun, pemerintah setempat belum bisa berharap banyak dari pesantren tersebut.

“Yang tidak dimiliki pesantren adalah penguasaan wilayah. Mereka hanya punya 5.000 met‎er persegi, melawan 2.000 hektar,” kata dia. Menurut Nofidi, Wakil Wali Kota Oded M. Danial rencananya akan mengundang Pemerintah Kecamatan Andir, Majelis Ulama Indonesia, dan pengurus pesantren.

“Kita ingin membicarakan Andir ini agar seperti Darut Tauhid (asuhan Aa Gym). Jadi yang kos itu ke depannya santri (bukan pekerja seks komersial). Jadi masyarakat mendapatkan ekonominya dari itu,” ujar dia. (Yd)