Galakkan Syiar Islam Lewat Perniagaan

0
826
PUSAT ISLAM: Masjid Agung Banjarnegara selama ini menjadi jujukan warga kauman setempat untuk beribadah sekaligus belajar agama Islam.

Beritalangitan.com – Sejarah Islam tidak pernah lepas dari urusan perniagaan. Muhammad SAW masyhur di tanah Arab sebagai saudagar. Perniagaannya selalu sukses.

Profesi itu terus berlanjut sampai beliau diangkat sebagai nabi dan rasul. Bahkan, hal pertama yang di lakukan Rasulullah SAW saat hijrah dari Makkah ke Madinah adalah membangun pasar.

Pelajaran itulah yang diambil masyarakat kauman Banjarnegara. Menjadi spirit dalam hidup bermasyarakat. Tahun ini merupakan kali keempat mereka melaksanakan acara bertajuk Kampung Ramadan Kauman. Kegiatan tersebut berisi pameran dan bazar yang melibatkan peran aktif masyarakat kauman.

AGA TRADISI: Kampung Ramadan di Masjid Agung Banjarnegara selalu semarak. Acara ini rutin diadakan setiap tahun.
AGA TRADISI: Kampung Ramadan di Masjid Agung Banjarnegara selalu semarak. Acara ini rutin diadakan setiap tahun.

Mereka diberi kesempatan untuk berjualan seluruh kebutuhan masyarakat. Mulai makanan dan minuman, aksesori, hingga pakaian.

Lokasi Kampung Ramadan Kauman persis di depan Masjid Agung Banjarnegara. Di sepanjang jalan sekitar 1 kilometer itu, berjajar tenda berukuran kecil yang memasarkan aneka kebutuhan masyarakat.

Jumlah pedagang mencapai seratus orang. Syarat agar warga bisa berjualan adalah harus terdaftar sebagai pegiat usaha kecil dan menengah (UKM). ”Pernah ada salah satu perusahaan sepeda motor yang mau ikut, kami tolak karena tidak sesuai dengan tujuan acara ini,” kata Koordinator Kampung Ramadan Kauman Banjarnegara Zuhdan Ahmad.

Di sepanjang area bazar, pengunjung akan digoda aroma kuliner. Ayam bakar dan beberapa makanan khas yang biasa disantap saat berbuka puasa tersedia di tempat itu. Para pedagang bersahutan mengajak pengunjung untuk menghampiri tenda mereka.

Mempromosikan dagangan kepada setiap orang yang lewat. Pengunjung yang selesai membeli makanan dan minuman tidak perlu repot – repot lagi untuk mencari tempat bersantai. Sebab, di samping bazar itu, Alun-Alun Banjarnegara menggelar karpet rumput hijaunya.

Sambil menunggu waktu azan Magrib, mata pengunjung akan di suguhi panorama alam yang elok. Pemandangan gunung yang mengitari pusat Kota Banjarnegara menghadap ke setiap pengunjung bazar. Angin sepoi-sepoi yang menari di area alun-alun menjadi bonus tersendiri akan sempurnanya ngabuburit di tempat tersebut.

Tak heran, acara tersebut memiliki pengikut setiap tahun. Jarak waktu setahun ke Kampung Ramadan Kauman berikutnya terasa sangat lama.

Ibarat pengantin baru yang ditinggal pergi untuk mencari nafkah oleh pasangan. Sangat rindu. Acara tersebut dilaksanakan mulai awal sampai 25 Ramadan.

Untuk menambah semaraknya acara, panitia memanjakan pengunjung dengan aneka hiburan. Tentu saja hiburan bernuansa islami.

Syair-syair nasyid yang kaya makna dilantunkan untuk menghipnotis setiap jiwa warga yang datang ke acara tersebut. ”Tujuannya kan tetap syiar Islam. Kami harapkan yang datang ke sini juga tertarik untuk salat Magrib,” ungkap Zuhdan. (c11/agm/JP/frmn)

 

Sumber : Radar Sukabumi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.