Hindari Konflik Horizontal, MUI Kota Bogor Minta Presiden Tidak Lindungi Ahok

0
586

Bogor, Beritalangitan.com – Gejolak dan kemarahan Umat Islam di Indonesia terhadap Basuki Tjahaja Purnama yang dilakukan oleh seluruh elemen Umat Islam adalah akibat arogansi kekuasaan dan tidak beretikanya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur.

“Sikap arogansi inilah yang menjadi pemantik akumulasi kemarahan umat Islam di Indonesia terhadap ketidakjelasan dan ketidaktegasan penegakan hukum, yang dilakukan oleh aparat Kepolisian, Intitusi Negara penegak hukum lainnya dan Pemerintah pada umumnya.”

Demikian ditegaskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Drs. KH. Adam Ibrahim, MA dalam pernyataan sikapnya saat melakukan Aksi Bela Islam di Kota Bogor, belum lama ini (27/10/2016).

Pernyataan sikap itu, terkait situasi gejolak Sosial dan Keagaman yang terjadi di Jakarta, karena adanya pernyataan gubernur Propinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang melakukan tindakan pelecehan terhadap ayat suci Al Qur’an surat Al Maidah : 51.

“Ucapan Ahok sehingga menimbulkan ekses negatif berupa kebencian dan permusuhan bagi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara yang semakin meluas di daerah-daerah secara nasional bahkan menjadi isu negative di kalangan internasional,” ungkap KH. Adam Ibrahim, yang didampingi Sekretaris Umum MUI Kota Bogor, H. Jejen Hermawan, S.Pd.I.

Dikatakan KH. Adam Ibrahim, semarah apapun respon umat Islam di Indonesia terhadap Ahok, sebenarnya masih terukur dan penuh etika, penuh pertimbangan dan toleransi yang tinggi. Sebab jika terjadi kasus yang sama di negara-negara Amerika dan Eropa, jika ada kasus arogansi minoritas, atau arogansi tokoh penguasa yang tidak beretika seperti yang dilakukan oleh Ahok, cepat atau lambat akan dieksekusi mati oleh kelompok-kelompok ultra nasionalis dengan ditembak mati.

Perilaku arogansi dan tidak beretika seperti yang dilakukan Gubernur DKI Ahok ini, kata Kiai Adam, sangat membahayakan terhadap masa depan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara, merusak persatuan dan kesatuan bangsa, serta memicu terjadinya kebencian dan peperangan besar antara kaum pribumi dan etnis China, antara Muslim dan non Muslim di masa-masa yang akan datang.

“Terlebih, jika aparat kepolisian dan penegak hukum tidak melakukan penangkapan dan mengadili Ahok secara transparan, jujur dan adil sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tukasnya.

Tuntutan MUI Bogor

Pengurus MUI Kota Bogor, menyatakan dukungannya terhadap Pendapat dan Sikap Keagamaan Majelis Ulama Indonesia (Pusat) yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jendral dan Ketua Umum MUI pada hari Selasa, 11 Oktober 2016.

MUI Kota Bogor meminta Walikota Bogor, untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan umat Islam berupa pernyataan resmi dari MUI Kota Bogor ini, kepada Presiden RI yang secara kebetulan sering berkantor di Istana Bogor dan kepada Kapolri, agar kasus Penistaan agama oleh Ahok segera diproses secara hukum dan adil, demi terciptanya kerukunan, dan kemanan secara nasional.

MUI Kota Bogor menuntut Kapolri dan Institusi penegak hukum lainnya untuk berani segera menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas tindakan pidana penistaan agama dan penghinaannya kepada ulama, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, agar tidak terjadi ekskalasi kemarahan yang semakin besar dan massif dari rakyat Indonesia, maupun umat Islam secara internasional.

MUI Kota Bogor meminta kepada Presiden RI untuk tidak melindungi “Basuki Tjahaja Purnama”, atau siapapun yang melakukan tindakan pelanggaran hukum seperti kasus penistaan agama oleh Ahok tersebut atau kejahatan pidana yang lainnya.

MUI Kota Bogor mangajak kepada seluruh komponen masyarakat Bogor pada khususnya dan warga bangsa Indonesia secara nasional pada umumnya, untuk mendorong Kapolri dan istitusi penegak hukum yang lain agar berani segara memproses penegakan hukum atas tindakan pidana penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, dan terus mengawal MUI untuk tetap fokus, independen dan istiqomah dalam menegakkan kebenaran ajaran agama Islam serta melindungi aqidah umat.

MUI Kota Bogor berharap semua pihak menjaga ketenteraman bersama, dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta untuk menghindari terjadinya konflik horizontal yang berkepanjangan yang membahayakan keutuhan, kehormatan dan ketahanan Negara Republik Indonesia secara Nasional maupun Internasional.

Sumber : Islampos

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.