HCS 2005, Dari Anak Pengangguran Menjadi Pahlawan Kemanusiaan

0
2148
Komunitas Hardholiend Community Since 2005 (HCS 2005) gelar acara penyerahan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu bartajuk "Diajar nyaah kasasama"

Sukabumi, beritalangitan.com 14/05 –  Awalnya komunitas yang manamakan diri “Hardholiend Community Since 2005”  (HCS  2005) ini hanyalah kelompok band yang terdiri dari beberapa orang saja, bahkan ini adalah kelompok anak muda pengangguran yang tidak jelas, akrab dengan kenakalan remaja pada umumnya, hal ini membuat para tetangga melarang anak-anaknya bergaul dengan komunitas ini, sehingga ibu – ibu disekitar menamainya barudak “Hardolin” dahar mo#ol ulin, (anak – anak tukang makan, be#ak dan main. Red.).

Julukan inilah yang menorehkan tekad pada Dendi Kijir pentolan dan pendiri HCS untuk merubah stigma Hardolin, yang tadinya negatif itu menjadi sesuatu yang positif dan bahkan menjadi sesuatu yang membanggakan, sehingga dibentuklah pada tahun 2005 sebuah komunitas dengan menyandang nama Hardholiend Community Since 2005 (HCS 2005).

Dendi Kijir, Pendiri Komunitas Hardholiend Comunity Sience 2005 (HCS 2005)
Dendi Kijir, Pendiri Komunitas Hardholiend Community Since 2005 (HCS 2005)

Bersama teman – temannya Dendi dengan keyakinan dan kegigihannya merubah paradigma makan be#ak dan main ini justru menjadi motivasi untuk maju “untuk bisa makan kita harus bekerja, untuk buang air perut harus diisi dan kalau mau main harus punya uang” makanya hardolin ini kita maknai sebagai sebuah cambuk bagi saya dan teman teman untuk menjadi generasi yang produktif dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungannya tutur Dendi.

Ditemui beritalangitan.com saat acara penyerahan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu bartajuk “Diajar nyaah kasasama” (belajar menyayangi sesama Red.) di Desa Ciawi Kecamatan Cantayan Sabtu 14/05  Dendi mengatakan bahwa HCS sejak dibentuk memang diarahkan untuk selalu peduli baik terhadap anggota maupun lingkungan dan sesama paparnya.

acara penyerahan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu bartajuk "Diajar nyaah kasasama
Komunitas Hardholiend Community Since 2005 (HCS 2005) gelar acara penyerahan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu bartajuk “Diajar nyaah kasasama”
“Kami biasa mengumpulkan iuran dari anggota HCS yang sekarang anggotanya sekitar 600 orang dan hasilnya kita gunakan untuk membantu anggota yang membutuhkan modal usaha maupun jika ada sesama yang membutuhkan, kita juga rutin mengadakan acara bakti sosial setiap bulannya,  baik sekedar bersih – bersih lingkungan ataupun kegiatan santunan yatim piatu seperti ini, dananya dari iuran anggota dan sebagian dari donatur, tujuannya hanya ingin membuktikan bahwa anak-anak hardholiend sekarang bisa bermanfaat buat orang lain.
Komunitas Hardholiend Comunity Sience 2005 (HCS 2005) gelar acara penyerahan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu bartajuk "Diajar nyaah kasasama"
Komunitas Hardholiend Community Since 2005 (HCS 2005) gelar acara penyerahan santunan kepada sekitar 200 anak yatim piatu bartajuk “Diajar nyaah kasasama”
Hal inilah yang membuat sejumlah kalangan menaruh simpati dan apresiasi tinggi terhadap HCS, seperti diungkapkan Kepala Desa Cantayan Zulfikar Ali Hakim kepada beritalangitan.com “saya sangat mengapresiasi komunitas HCS ini mereka ini komunitas anak muda yang tak segan – segan memecat anggotanya yang kedapatan bau alkohol, selain itu kegiatannya positif contohnya kegiatan seperti ini, ini kan patut di contoh oleh komunitas atau organisasi kepemudaan lainnya, mereka ini dari iuran anggotanya saja sudah bisa membantu sesama, inikan sesuatu yang patut ditiru dan saya harap iklim kondusif ini diikuti oleh komunitas lainnya ungkapnya.
Zulfikar Ali Hakim, Kepala Desa Cantayan - Sukabumi
Zulfikar Ali Hakim, Kepala Desa Cantayan – Sukabumi
Senada hal itu Riswan Safari seorang praktisi pendidikan tak sekedar merespon positif komunitas ini, bahkan ia tak segan – segan terjun langsung untuk mendampingi dan membina HCS.
Riswan Safari Praktisi Pendidikan
Riswan Safari Praktisi Pendidikan dan Pembina
Prinsip untuk mau berubah dan memaksimalkan potensi diri untuk dapat bermanfaat bagi orang lain inilah yang menjadi Ruh komunitas Hardholiend ini, “motto kami untuk mempatenkan solidaritas sebagai karakter komunitas kami adalah “teu jauh mun dulur keur ripuh, teu anggang mun baraya keur susah”  (Tidak pernah menjauh jika saudara sedang kesusahan Red)”.  Du/tri

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.