Insan Mokoginto : Ulama dan Da’i Harus Banyak Dakwah di Daerah Pelosok, Karena Disana Rentan Gerakan Kristenisasi

0
758
Mantan Pendeta dan Insan Mokoginta. (www.sisidunia.com)

Bandung,  Beritalangitan.com – Pakar kristologi, Insan Mokoginto mengajak para ulama atau da’i agar massif melakukan dakwah di pedesaan hingga pelosok Indonesia. Hal itu dinilai penting mengingat umat Islam di daerah tersebut rentan terhadap kristenisasi atau pemurtadan.

“Seharusnya ulama itu banyak berdakwah di desa-desa atau daerah pelosok di Indonesia, karena umat Islam disana rentan terhadap gerakan kristenisasi,” tuturnya, Selasa (16/8), lansir voa-islam dari lama persisalamin.com.

Lebih lanjut dia menjelaskan, umat Islam di pedesaan lebih mudah dimurtadkan karena rerata mereka hidup dalam kemiskinan. Sehingga misionaris melalui gerakan kristenisasi berbalut gerakan sosial sangat mudah mengajak mereka untuk masuk kristen.

“Dan cara ini sangat berhasil hingga misionaris mampu memurtadkan banyak masyarakat di pedesaan di Indonesia,” katanya.

Untuk itu para ulama atau da’i perlu meningkatkan dakwah di pedesaan. Jika tidak segera dilakukan, maka tidak akan lama lagi banyak umat Islam yang berada di pedesaan dan pelosok murtad. Pasalnya, rencana kristenisasi saat ini hingga 50 tahun ke depan akan terus dilakukan secara massif terutama di pedesaan. Sebab, masyarakat pedesaaan sangat mudah dipengaruhi dibandingkan masyarakat kota yang lebih kritis.

“Jika ini terus dibiarkan, maka jumlah umat Islam dan Kristen akan berimbang atau bahkan umat Islam tinggal 30% saja, dan hal ini akan berdampak terhadap banyak hal,” tambahnya.

Seperti akses ekonomi yang akan lebih dikuasai oleh non-muslim, dan dampaknya akan lebih menyengsarakan umat Islam. Ditambah dengan pengaruh politik, kekuasaan, sumber daya alam dan manusia hingga jika dikuasai oleh orang kristen akan membahayakan umat Islam. (jm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.