International Hijab Solidarity Day, “Kukuhkan Perjuangan Muslimah Berjilbab”

0
1223
Wisatawan asing berfoto dengan para peserta IHSD.

Denpasar, Beritalangitan.com – Tanggal empat september adalah hari yang sarat makna bagi kaum wanita khususnya bagi wanita muslim yang berjilbab karena pada tanggal ini telah dijadikan sebagai hari International Hijab Solidarity Day (IHSD).

Oleh sebab itu komunitas Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ) regional Bali bekerjasama dengan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Aktivis Remaja Musholla Baitul Mu’miniin (ARBAIN) menggelar berbagai kegiatan di Lapangan Puputan Margarana Renon-Denpasar Bali (ahad, 4/9).

Rangkaian kegiatan yang diselenggarkan ini adalah sebagai upaya untuk memperingati IHSD, “Ini adalah sebagai rasa kepedulian dan solidaritas kepada saudara seiman kita di belahan bumi lain yang mendapatkan perlakuan tidak baik karena menggunakan dan mempertahankan hijabnya. Selain itu, sebagai bentuk kebanggaan dan kesatuan umat Islam”, Ungkap Iim selaku ketua SPJ regional Bali.

6
Iim ketua SPJ regional Bali dan Ni Nyoman Riani Astiti peserta Putri IHSD.

IHSD sendiri dilatarbelakangi oleh berbagai diskriminasi yang dialami para muslimah berhijab dibelahan mancanegara seperti Perancis, Jerman, Tunisia dan Turki, bahkan di beberapa negara ada yang secara tegas melarang muslimah untuk mengenakan jilbabnya. Oleh sebab itu berbagai Aksi kepedulian ini muncul dari negara-negara Eropa kemudian berkembang ke Amerika dan beberapa negara lainnya termasuk Indonesia.

Tujuan dari kegiatan ini selain untuk memperingati IHSD juga sebagai bentuk edukasi bagi muslimah khususnya di Bali bahwa disamping banyak alasan untuk berjilbab, jilbab merupakan sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan dan dipertahankan sebagaimana terjadi pada muslimah di belahan dunia lainnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang lebih Muslimah dan berlangsung cukup lancar. kegiatan-kegiatan yang dilakukan berupa bagi-bagi stiker IHSD kepada muslimah pengunjung lapangan Puputan Margarana Renon-Denpasar Bali, Taaruf atau perkenalan satu persatu peserta yang mengikuti kegiatan dilanjutkan dengan diskusi singkat tentang IHSD dan sharing seputar perjuangan berjilbab serta bagi-bagi Jilbab gratis kepada peserta.

4
Diskusi tentang IHSD dan perjuangan berhijab.

Dari berdialog dengan peserta tentang perjuangan berjilbab ternyata banyak sekali liku-liku kerasnya tentangan pihak luar terhadap muslim berjilbab ini, ada yang ditolak oleh empat puluh hotel karena alasan memakai jilbab dan akhirnya di terima di hotel yang ke 41 nya, seorang Miss internet Bali harus di cemooh teman-temannya karena memakai jilbab tapi akhirnya masuk 3 besar, dan ada juga seorang muslimah pemain futsal yang mempertahankan jilbabnya walaupun banyak yang mencemoohnya.

Kegiatan tidak hanya dilakukan di dunia nyata saja, di dunia maya pun tepatnya Instagram diadakan kontes foto yang bertemakan IHSD dan dipilih 3 orang pemenang.
Menariknya kegiatan ini cukup mengundang perhatian bagi beberapa pengunjung lapangan Puputan Margarana Renon-Denpasar Bali, tak luput juga wisatawan asing menghampiri dan meminta berfoto bersama dengan para peserta.

Ni Nyoman Riani Astiti Putri (20) peserta asal Singaraja mengatakan, “Saya baru pertama kali ikut kegiatan seperti ini, walaupun agak telat datangnya saya senang sekali kesini karena bisa bertemu teman-teman yang kebanyakan Islam dan taat banget untuk beribadah, kegiatan ini sangat positif sekali dan Lebih menguatkan saya karena bertemu dengan orang-orang yang sama-sama berjuang, saya yang awalnya masih belum tahu tentang jilbab sekarang jadi tau ternyata begini cara berjilbab yang benar.”

“Memakai jilbab benar-benar beda banget rasanya, lebih nyaman dan lebih terlindungi,” Putri menambahkan saat beritalangitan.com menanyakan kesan-kesan memakai jilbab.

“Bagaimanapun juga jilbab itu adalah sesuatu yang pantas kita pertahankan, seorang muslimah sudah seharusnya berjuang mempertahankan jilbabnya, mempertahankan kewajibannya sebagai bentuk rasa ketaatannya terhadap perintah Tuhannya walaupun ujiannya berat insyaallah ada jalan keluarnya,” pungkas Iim. (Oz/Ra/beritalangitan.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.