Pengukuhan Penanggungjawab Program ”Siswa Masuk Pesantren” MUI Tasikmalaya

1
1279
KH. Abdul Aziz Affandi Kepala Bidang Informatika dan Komunikasi MUI Kabupaten Tasikmalaya

Ciawi, 28/5 (beritalangitan.com) – (MUI) Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tasikmalaya melalui Kepala Bidang Informatika dan Komunikasi KH. Abdul Aziz Affandi  menggelar pengukuhan pengurus dan penanggungjawab pogram yang baru saja diluncurkan ditingkat kecamatan, program yang baru saja diluncurkan ini adalah program “Siswa Masuk Pesantren” pengukuhan dilaksanakan di Mesjid  Al-Umar Jln Cipanas – Ciawi kabupaten Tasikmalaya kamis 26/05/. Acara tersebut di hadiri oleh para alim ulama dan pengurus pondok pesantren dari delapan kecamatan wilayah eks kewedanaan Ciawi yang sebelumnya telah ditunjuk untuk menjalankan program tersebut.

Dalam pembukaannya KH. Abdul Aziz Affandi menyampaikan bahwa program ini berawal dari sebuah keprihatinan beberapa tokoh pemerintahan dan tokoh alim ulama di Kabupaten Tasikmalaya terhadap kondisi moral sebagian anak – anak bangsa yang saat ini sangat memprihatinkan, maka pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan dan MUI mengelar program terebut, ini merupakan kabupaten yang pertama mencanangkan program seperti ini ujar Abdul Aziz kepada seluruh hadirin.

Pengukuhan penanggungjawab program ”Siswa Masuk Pesantren” MUI Tasikmalaya
Pengukuhan penanggungjawab program ”Siswa Masuk Pesantren” MUI Tasikmalaya

Program ini bertujuan agar siswa dapat mendalami ilmu agama lebih baik lagi dan semua siswa bisa merasakan metoda pembelajaran di pesantren sekaligus dapat merasakan bagaimana suasana kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren, dengan program ini diharapkan bisa membentuk karakter dan mental anak, diharapkan di tahun ajaran baru progam ini akan diwajibkan kepada seluruh siswa SMP, SMA atau sederajat, tapi meski anak mondok ini bersifat sementara pesantren  tidak harus membedakan pola pelayanan terhadap santri tetap atau terhadap santri sementara ini, ini bertujuan agar siswa bisa menikmati dan merasakan susana sebenarnya saat menuntut ilmu di pesantren.

“Kang haji Ajid (panggilan akrab KH. Abdul Aziz) juga memaparkan bahwa untuk membentuk karakter dan melatih kepribadian siswa agar kuat, mereka harus merasakan langsung dan mengalami suasana sebenarnya lingkungan pesantren “kastrol, sangu liwet, tirisna peuting, rasa lapar na beuteung” (kastrol Nasi liwet, dinginnya malam dan rasa laparnya perut, Red) terbukti bisa membentuk santri-santri yang kuat”  tegasnya.

Antusiasme peserta yang mengikuti acara tersebut terlihat dengan jelas saat mereka menyodorkan nama-nama untuk menjadi penanggung jawab di lingkungan kecamatan masing-masing dan melontarkan pertanyaan serta harapan-harapan mereka tentang program siswa masuk pesantren tersebut.

“Saya serta tokoh yang lain menyambut baik dan merespon positif program ini dan berharap agar pihak-pihak terkait bisa mendukung demi lancarnya program ini” ungkap Ustad Irfan seorang peserta dan panitia asal Pagerageung kepada beritalangitan.com  (Cg/Aw)

1 KOMENTAR

  1. “Siswa masuk pesantren” adalah program bagus dan seharusnya diikuti oleh daerah daerah lainnya. Pendidikan agama dan moral di luar rumah yang sudah semakin berkurang, menjadikan polafikir dan tingkah laku anak sudah semakin jauh dari nilai nilai islamiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.