Ghozwul Fikri dalam Isu Toleransi Beragama

0
978

Oleh: M.Fachrul Rozy

Staff Syiar Al-Ikhwah Teknik Sipil UNDIP

Beritalangitan.com – Dewasa ini, sering sekali kita temukan berita atau informasi melalui televisi atau media online yang “dipelintirkan”. Seperti terdapat kepentingan dari pihak-pihak tertentu untuk mencapai tujuannya.

Terlebih lagi banyak spekulasi bahwa media sekarang ini dikontrol dan dikuasai oleh pihak barat dan antek-anteknya yang selalu menyudutkan umat Islam. Misalkan sekarang yang sedang hangat mengenai toleransi.

Toleransi menurut Islam yaitu kita membiarkan dan tidak mengganggu aqidah dan ibadah dari umat lain (non Islam) dan menjaga ketentraman bersama. Namun mirisnya banyak sekali pihak-pihak yang memanfaatkan hal tersebut untuk menyudutkan umat Islam.

Umat Islam dianggap intoleran karena melarang umatnya mengucapkan selamat Natal, Tahun Baru, dan Valentine. Islam dianggap sebagai penyebab kekacuan dan mengganggu kerukunan beragama.

Padahal jika kita menengok sejarah, Islam sangat menjunjung tinggi toleransi. Terbukti dari pendahulu-pendahulu kita yang mana saat pemerintahan Rasulullah SAW dan Kekhalifahan Islam memposisikan umat non Islam setara dengan umat Islam, mereka mendapatkan hak-hak dan perlindungan yang sama di depan hukum.

Ketentraman mereka sangat terjaga dan mereka leluasa untuk melakukan ibadah sesuai agama yang dianutnya. Sampai-sampai diceritakan bahwa mereka lebih senang dipimpin dibawah kekuasaan Islam dibanding dipimpin di bawah kekuasaan Romawi. Kurang toleransi apa umat Islam?

Begitu juga di negara Indonesia. Negara Indonesia merdeka terutama berkat perjuangan umat Islam, buah kemenangan dari tetesan darah umat dan ulama sebagai pemimpinnya. Dibuktikan dengan sila pertama Pancasila diubah, hari Ahad diganti dengan hari Minggu, penanggalan Hijriyah diganti dengan penanggalan Masehi.

Selain itu, hari libur yaitu hari Minggu padahal mayoritas umat di Indonesia adalah umat Islam berkisar 90% yang ibadah mingguannya dihari Jum’at. Tetapi umat Islam ikhlas demi untuk menjaga kerukunan sesama. Kurang toleransi apa umat Islam?

Saudaraku kita dilarang mengucapkan Selamat Natal, merayakan tahun baru, Hari Valentine karena itu dapat membatalkan aqidah, minimal merusak aqidah kita. Kita mempersilahkan mereka merayakannya tetapi tidak ikut dalam memeriahkannya karena kegiatan-kegiatan tersebut terdapat unsur ibadah dan ritual bagi agama mereka.

Sedangkan pada ajaran mereka tidak dilarang untuk mengucapkan selamat untuk perayaan-perayaan besar umat islam. Ibaratnya jika kita mengucapkan selamat kepada perayaan mereka sama seperti mereka mengucapkan syahadatain.  Ingatlah hadist Rasulullah SAW :

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Wahai saudara-saudaraku yang seiman, ingatlah kalau agama kita mengatur segala aktivitas-aktivitas kita sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur lagi. Sesungguhnya peraturan-peraturan itu bukanlah untuk mengekang kita, justru Allah SWT sayang kepada kita agar dalam melakukan aktivitas kita berlandaskan karena Allah SWT, aktivitas kita bermanfaat dan memdapatkan keridhoaannya.

Tidak ada peraturan yang diberikan Islam yang tidak baik, semuanya diatur untuk membuat kehidupan kita terkelola dengan baik dan tentunya memberikan nilai serta manfaat untuk sekitar kita. Semoga kita selalu dirahmatin dan diberi petunjuk oleh Allah SWT dan termasuk kepada golongan orang-orang yang bertaqwa.

Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’ (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shohihul Jami’). (die)

Sumber : Islampos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.