Jawa Barat melawan isu Hoax!!!

Oleh : A.Syahid Syamsul Hadi, S.H.

2
203

Jawa barat merupakan Provinsi setrategis dan menjadi primadona dalam ruang utama panggung politik nasional. Jawab Barat juga menjadi magnet penarik perhatian bagi para peracik strategi, Kemudian Jawa Barat menjadi salahsatu penyumbang suara terbesar di Indonesia untukPemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, karena Setidaknya menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat menyatakan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) terdapat kurang lebih 32,8 juta pemilih, turun dibandingkan Pilpres 2017, turun sekitar 200 ribu. Terdapat hak politik yang dapat di gunakan oleh setiap orang dalam peranannya. Kemudian setiap orang dalam kaitan Hak Asasi Manusi memiliki Hak politik untuk dilaksanakan. Hak Politik ini merupakan hak yang dimiliki oleh setiap manusia secara sah dan mlekat pada dirinya menurut undang-undang yang berlaku di Negara Indonesia. Negara secara tegas, sah dan meyakinkan menjamin hak setiap warga negaranya untuk menentukan sikap untuk memilih ataupun di pilih. Negara juga memberikan hak kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum.
Di jaman ini kemajuan teknologi dan iptek sangat memudahkan dalam bersosialisasi untuk menyatakan kebenaran. Namun sangat di sayangkan jika segala kemudahan itu di salah gunakan untuk membuat kecurangan dan kedzaliman dengan menyebarkan berita bohong atau juga kita kenal dengan beritta HOAX. Banyak masyarakat atas ketidaktahuan menyampaikan berita yang sudah barang tentu belumm mereka kroscek kembali kadar kebenarann berita tersebut dengan dalih bahwa berita itu sangat meyakinkan karna di dukung dengan fakta-fakta yangdi sajikan kemudian menggiring opini mereka untuk mempercayainya.
Di tahun ini jawa barat atau bahkan Indonesia akan di suguhkan pendidikan politik yang amat menarik dimulai dari pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. terdapat empat pasang calon dengan latar belakang berbeda memiliki kelebihan di bidangnya masing-masing. Namun Pendidikan Politik ini akan menjadi tidak menarik dan tidak mendidik manakala di Bumbui dengan berita HOAX yang akan menjatuhkan kredibilitas dan kapabilitas setiap Pasangan calon. Masyarakat sudah harus tersadarkan bahwa yang paling penting dari pendidikan politik ini adalah saling mempertarungkan ide dan gagasan yang akan di bangun untuk perkembangan peradaban dan kemajuan bangsa dan negara.
Jawa Barat harus melawan segala bentuk dan prilaku juga pola penyebaran Berita Hoax. Jawa Barat harus menjadi percontohan dalam kedewasaan berpolitik karena yang di bangun harus berlandaskan cinta dan kasih sayang bukan berdasarkan kemarahan dan emosi . Jawa Barat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusipitas penyelenggaraan pesta demokrasi agar setiap warga dapat menyimak, memilih dan memperhatikan seluruh unsur politik dengan mempertontonkan keindahan pertarungan ide dan gagasan. Ibarat berdagang maka jualah barang yang baik dan halal begitupun dalam berpolotik juga harus menjual kebaikan dan kemanfaatan untuk bangsa dan negara sehingga masyarakat dapat di berikan pendidikan yang baik dan di dewasakan dengan penuh kebahagiaan. Sudah saatnya Masyarakat menyadari bahwa Negara tidak akan pernah maju manakala Smua Media Sosial baik cetak ataupun elektronik di isi dengan berita pembodohan dengan konten berita HOAX, karena sejatinya Berita HOAX di buat oleh orang yang iri, di sampaikan oleh orang bodoh dan di terima oleh orang yang idiot. Maka di sini masyarakan Jawa Barat perlu mencari tahu kebenaran berita sebelum di serap kemudian disampaikan kepada khalayak Ramai jangan sampai kita menjadi bagian dari penyerbar Fitnah. Karena bagi parra pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here