Kecerdasan Seorang Pecinta Sejati

0
1295
Arief Siddiq Razaan.
Oleh : Arief Siddiq Razaan

Beritalangitan.com – Kecerdasan seorang pecinta sejati tercermin dari sikap yang tidak menggampangkan harga dirinya untuk diperangkap tipu daya lawan jenis. Selalu bergiat usaha memantaskan akhlak dan tindak agar mampu menjadi penafsir kasih sayang melalui pernikahan sebagai penyempurna separuh agama atas kehendak-Nya.

Sesungguhnya mewujudkan cinta bisa dilakukan dengan cara yang baik dan buruk. Pegiat cinta yang baik akan menyertakan Allah Ta’ala dalam pengambilan sikap, apalagi menyangkut harga dirinya. Sedangkan pegiat cinta yang buruk hanya mengandalkan perasaannya sendiri dan kecenderungannya hanya pemenuhan nafsu sesaat.

Kepuasan birahi yang diraih dengan cara mudah tidak akan menimbulkan kesan mendalam, salah satunya melalui ritual pacaran. Berbeda dengan pernikahan, mesti melalui beragam syarat yang dimungkinkan sebagai proses menyakinkan jiwa raga bahwa bersatunya lelaki dan perempuan ialah ibadah yang menyaran maksud keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Bila pribadi telah dimasuki kesanggupan akhlak dan tindak untuk menyempurnakan separuh agama melalui pernikahan, maka kecerdasan spiritual dan intelektual bisa diselaraskan. Sehingga pada akhirnya orientasi cinta betul-betul diarahkan untuk ‘memuliakan’ bukan untuk ‘menghinakan’.

Dikatakan orientasi cinta ‘menghinakan’ apabila hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Dengan dalih perkembangan zaman, seolah-olah pergaulan bebas atas nama pacaran itu sebuah tindakan wajar untuk dilakukan. Padahal ketika berpacaran, sudah menghinakan satu sama lain dengan cara menjerumuskan diri pada zina. Dari itu, perlu dibangun kesadaran menyangkut esensi keluhuran sebuah cinta.

Percayalah, keluhuran sebuah cinta diukur dari kesanggupan membuktikan bahwa kita patut diberi amanah memikul tanggungjawab untuk berumah tangga. Bila belum sanggup, maka dibentuk kesadaran untuk lebih tabah menjaga diri dari zina dengan cara berpuasa. Dengan cara ini, penemuan cinta sejati akan berjalan secara tepat, karena logika dasar berkasih sayang yang berlandaskan syariat telah dipegang dengan begitu kuat.

Sumber : islampos

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.