Mendidik Anak dari Orang Tua Hebat

0
980
Bachtiar Adnan Kusuma.
Oleh : Bachtiar Adnan Kusuma (BAK)/Bali

Pembicara Parenting School

Motivator Minat Baca Nasional

Pembina NQ Bali

Kepala Biro Bali Beritalangitan.com

Beritalangitan.com – Sebagian besar sahabat-sahabat kami sebagai sesama orang tua siswa, masih saja cemas dan was-was karena anaknya belum diterima di sekolah unggulan. Jujur istilah sekolah unggulan adalah istilah masyarakat pada sebuah sekolah karena mutu dan sistemnya telah berkalan baik. Bagi penulis, sekolah unggulan ukurannya sederhana saja, seberapa persen output nya diterima di PTN setiap tahun dan benarkah sistem pendidikannya berjalan baik. Dan, apakah benar ada peran orang tua terhadap sebuah sekolah itu.

Persoalannya, orang tua masih saja ingin mendaki jalan pintas dengan menghalalkan segala cara demi anak-anaknya agar diterima di sekolah unggulan itu. Mestinya, orang tua yang baik, jauh sebelum menghadapi ketatnya persaingan di sebuah sekolah unggulan atau PTN Fakultas favorit. Sebait kegelisahan sang Maha guru Rhenald Kasali tentang fasilitas pendidikan yang diberikan orang tua pada anaknya serba wah. Bagi penulis, mendidik anak tergantung pola komunikasi orang tua, latar belakang serta pengalaman dan pendidikan sangat menentukan strategik mendidik anak-anak. Justru sistem pendidikan harus dibongkar,sekolah hanya menghargai anak yang berprestasi akademik, pada sisi lain, anak yang berprestasi sosial agama kurang mendapat tempat. Padahal pendidikan anak yang baik adalah bahaimana bisa beradaptasi dengan lingkungannya dengan baik karena inilah bekal kekal yang bakal dibawah anak-anak.

Pendidikan yang harus tumbuh dari sebuah keluarga, intinya keteladanan org tua, contoh dan dan satunya kata dan perbuatan.

Anak adalah figur tukang tiru yang baik, karena itu, orang tua yang hebat bukan mengisi fasilitas pendidikan anak dengan menjadikan anak tergantung, tapi bagaimana mempersiapkan pendidikan anak dengan melibatkan anak dan keluarga. Caranya, bersama sama terlibat, mengawal dan ikut mengambil porsi akan mengantar anak menjemput mataharinya. Ya, orang tua harus belajar terus, dengan demikian bahan-bahan diskusi untuk anak anak semakin kaya dan terbuka.

Kehebatan orang tua bukan dilihat seberapa besar fasilitas yg diberikan pada anak, tapi anak anak bisa tumbuh menjadi Hebat karena di belakangnya ada orang tua Hebat. Jepang ada Kyoka mama yang belajar bukan hanya anak2, tapi ortu ikut juga belajar, di China ada Tiger Mama bgm org china dengan disiplin yang keras mendidik anak ansknya agar bisa sukses, di Finlandia dan Australia kedua negara yang begitu maju karena pendidikannya bukan sekadar berkiblat pada sebuah kurikulum yang apik, tapi bagaimana menempatkan pendidikan sebagai sebuah gerakan hati.

Di Indonesia, pendidikan terstruktur semua diatur-atur tanpa memberikan ruang kreatifitas anak berkolaborasi, guru sibuk ikut seminar demi mengejar kredit untuk sertifikasi dan pemanfaatan dana BOS. Wajah pendidikan kita buram, otonomi sekolah tak ada dan ujungnya pendidikan selalu menjadi sasaran empuk untuk dipolitisasi demi kepentingan sesaat.

Karena itu, pendidikan yang baik adalah yang mampu menggerakkan sektor peran non formal orang tua. Karena hanya orang tua yang sadar akan pendidikannya, bisa menghadirkan anak-anak Hebat. Bukankah anak-anak Hebat itu, lahir dari orang tua yang Hebat?

Editor : Jm

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.