Pembantaian terhadap Umat Islam di Ghoutha: Umat Butuh Khilafah

0
504

Pembantaian terhadap umat Islam terjadi. Darah terus tumpah. Negeri mereka dijajah. Kekayaan mereka dijarah. Padahal umat ini adalah umat yang mulia,

Allah Swt memberikan ancaman yang amat keras bagi siapa pun yang menumpahkan darah seorang Mukmin. Allah Swt berfirman:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya (QS al-Nisa [4]: 93).

Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini mengandung makna ancaman yang keras dan peringatan yang tidak mengenal ampun terhadap orang yang melakukan dosa besar ini, yang disebut oleh Allah bergandengan dengan perbuatan syirik dalam banyak ayat dari Kitabullah. Di dalam surat Al-Furqan, Allah Swt. berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar. (Al-Furqan: 68)

Dalam ayat lainnya Allah Swt. telah berfirman:
قُلْ تَعالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً
Katakanlah, “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kalian oleh Tuhan kalian, yaitu: Janganlah kalian mempersekutukan sesuatu dengan Dia.” hingga firman Allah Swt:

وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya) (QS al-An’am [6]: 151).

Rasulullah saw bersabda:
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ
Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim”  (Riwayat An Nasa’i)

Itu semua menunjukkan mahalnya darah seorang Muslim.

Namun hari ini, darah umat Islam begitu murah. Yang terjadi bukan pembunuhanm, tetapai pebantaian massal, Bahkan pemusnahan. Mereka dihabisi tanpa ampun. Tak peduli perempuan dan anak-anak, semuanya menjadi korban keganasan musuh-mush Islam.

 

Mengpa musuh-musuh Islam leluasa melakukan pembataian mengerikan itu ?

Jawabannya: Karena tidak ada yang membela dan menolong mereka!

Musuh-musuh Islam itu tahu persisi bahwa para penguasa di negeri Islam tidak menolong dan menyelamatkan umat Islam. Bahkan peduli pun tidak.

Padahal mereka memiliki ratusan ribu tentara. Mereka juga memiliki persenjataan canggih. Umat Islam juga siap turun membela saudara-saudara mereka. Namun seperti yang kita saksikan, jangan  tergerak membela saudara mereka dan membalas surangan musuh mereka, sekadar mengucapkan bela sungkawa saja tidak. Bandingkan ketika ada beberapa orang terbunuh di Perancis. Semua bangkit mengucapkan bela sungkawa dan mengecam pelakunya.

Realitas ini semakin menunjukkan bahwa umat butuh khilafah. Institusi yang melindungi darah mereka! Ya, hanya dengan khilafah umat yang satu ini benar-benar menjadi bagai satu tubuh. Ketika ada sebagian yang didzalimi dan diperangi, seluruh umat Islam bangkit melakukan pembelaan.

Maafkan saudara-saudaraku di Ghoutha… Darah kalian adalah darah kami,. Tangis kalian adalah tangis kami. Penderiataan adalah penderiataan kami. Kalian adalah saudara kami dalam aqidah. Maafkanlah saudaramu yang lemah ini. Kami tak bisa membantu kalian kecuali untaian doa yang kami panjatkan kepada Allah Swt.

Ya Allah, ampunilah kelemahan kami. Berikalanlah kekuatan untuk bisa menolong saudara-saudara kami. Hancurkanlah siapa pun yang membantai saudara-saudara kami. Segerakanlah tegaknya khilafah ala minhaj al-nubuwwah sebagaimana dikabarkan oleh nabi-Mu, Ya Rabb. Berikanlah kami kesabaran, keikhlasan, dan istiqamah untuk terus berjuang menegakkan khilafah, ya Mujib al-sailin.

Sumber : www.dakwah-bekasi.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.