“Peran Santri dalam Menjaga Persatuan Bangsa”

0
4368

Dr. KH. Abdi Kurnia Djohan

beritalangitan.com – Santri dan Ulama merupakan dua buah elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan bangsa Indonesia ini, jika dilakukan kilas balik tentang bagaimana negara ini berdiri maka tak akan bisa lepas dari peran para ulama dan santrinya, sejak masa geriliya melawan penjajah hingga saat perumusan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia tak akan bisa lepas dari peran ulama atau para santri, hanya saja sekarang ini peran ulama itu tidak begitu terlihat, karena adanya infiltrasi politik terhadap ajaran agama, atau ditariknya agama kedalam proses politik.

Jadi jika bicara tentang bagaimana peran santri dalam memperkuat NKRI ini sesungguhnya kita berbicara tentang revitalisasi, yaitu revitalisasi sejarah yang pernah terjadi dinegara ini, dan itu dikatakan oleh Nurcholis Madjid didalam bukunya “Islam dan cita-cita Reformasi” beliau mengatakan bahwa kontribusi umat Islam tidak bisa dikesampingkan dalam pendirian dan penguatan bangsa ini, bahkan bisa dikatakan bahwa bangsa ini telah berhutang sebanyak dua kali kepada para santri, terutama dengan kaitanya mempertahankan eksistensi NKRI, yaitu pada tahun 1948 dan tahun 1965, saat ini kita lihat telah ada upaya-upaya untuk mereduksi atau menghilangkan peran santri dalam pendirian Negara ini.

Ini bisa kita lihat dengan banyaknya hari ini upaya-upaya untuk membenturkan Islam dengan Kebhinekaan, padahal sebagaimana dikatakan oleh para ulama, bahkan ini dikatakan langsung oleh ketua MUI Ma’ruf Amin, beliau mengatakan bahwa justru Islam itu menghargai kebhinekaan, dan penghargaan terhadap kebinekaan itu tidak bisa hanya dikemas dengan kampanye-kampanye atau jargon-jargon yang hanya bersifat life service, tetapi itu justru ada didalam doktrin ajaran islam itu sendiri, kalau saya kutip salah satu ayat dalam Al-Quran ada ayat yang berbunyi begini “dan janganlah kamu mencaci maki orang-orang yang menyembah selain daripada Allah, karena nanti mereka akan balas mencaci maki dengan permusuhan” kurang lebih begitu ayat ini menegaskan bahwa islam amat menghormati kebhinekaan.

Jadi penting untuk menegaskan kembali bahwa santri itu punya kontribusi yang tidak sedikit pada bangsa ini, dan ini harus lebih sering direvitalisasi dan di reproduksi agar masyarakat tahu bahwa Negara ini yang dahulu dibela oleh para santri akan tetap kuat ketika santri terlibat didalamnya, Nasionalisme itu hanya berhenti kepada jargon “NKRI harga mati”, tetapi tidak sampai kepada upaya baghaimana memelihara komitmen yang sudah dibangun, komitmen menhargai kebebasan beragama, menghargai komitmen berekspresi, bukan kemudian mengesampingkan peran agama dan ini yang sedang terjadi di Indonesia, dan ini merupakan “Bahaya” bagi Indonesia itu sendiri ketika agama itu dianggap tidak mempunyai peran sama sekali didalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Kalau melihat kasus penistaan agama kemarin yang dihadapi oleh ummat Islam ini kan sebenarnya bukan satu orang, tetapi ada satu kekuatan besar dibelakangnya yang kini sedang mulai berkuasa dan sedang merusak sendi-sendi bernegara dan berbangsa, jika menghadapi satu orang saja tidak perlu semua masyarakat muslim turun ke jalan, tetapi sebenarnya kekuatan besar itu sedang menyampaikan pesan kepada kita bahwa dia bisa berbuat apa saja, tetapi saya kira jika kita katakan bahwa ini momen kebangkitan Islam kenapa begitu karena sesungguhnya kebangkitan Islam terutama diIndonesia itu sudah terjadi pada tahun 1990, hanya kemudian setelah reformasi proses kebangkitan itu tidak merevitalisasi itu tidak terjadi, artinya ketika proses kesadaran untuk ber Islam itu sudah muncul kitak tidak sampai pada tahapan kualitatif, kita masih terlena pada permainan symbol, belum sampai kepada bagaimana mengedukasi generasi muda terkait dengan peran dan tanggung jawab mereka sebagai generasi muda Islam, karena sesungguhnya NKRI ini tidak ada apa apanya jika tidak ada Islam, sedangkan selama ini pemimpin-pemimpin islam dianggap tidak mempunyai kapabilitas untuk memimpin, kita ini harus sudah berada didalam wilayah tafaquh, terutama tafaquh didalam mengcaunter issue-isue liberalisasi keislaman, kemudian tafaquh didalam menjawab upaya-upaya mereduksi peran islam didalam poilitik.

Jadi tidak bisa dipungkiri bahwa peran santri disini sangat besar dalam menguatkan dan mempertahankan bangsa ini, maka kita harus dorong agar kualitas santri dan ummat Islam ini pada umumnya semakin kuat dan semakin terorganisir dengan baik. *

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.