Permasalahan Ummat itu Banyak, Tak Melulu Tentang Jodoh Saja

OLEH : A. SYAHID SYAMSUL HADI, SH.

0
359

Sebelum menulis, terlebih dahulu penulis mendoakan kita semua agar selalu berada di jalan Agama Allah, di lindungi dari fitnah akhir zaman dan semoga di yaumil Akhir kita di pertemukan dengan Kekasih mulya panutan semua Alam yakni Baginda Muhammad SAW sebagai pembawa Risalah kebenaran dan Pemberi SyafaatulUzmadi yaummil Kiyamah.Ammiinn…

Hari ini kita di hadapkan dengan problematika kehidupan luar biasa. Agama di jadikan sebagai komoditas Isu perpecahan, Politik di jadikan sebagai ajang mempertontonkan Aib sesama saudara dan Pemuda tak lagi memperdulikan masa depannya dengan hidup individualis seakan tak mau tau bahwa suatu saat yang akan melanjutkan estafeta perjuangan baginda Muhammad SAW. sebagai Ulama dan Umaro adalah mereka.
Hari ini kita di paksa untuk hidup serba instan tak mau berproses padahal Allah mengajarkannya kepada setiap hambanyaa kendati sudah barang tentu ketika Ia berkehendak tinggal Berkata “Kun “ saja maka apapun yang Ia kehendaki akan terjadi akan tetapi Allah Ingin mengajarkan Keindahan sebuah Proses untuk ummatNya.
Hari ini kesadaran akan hidup damai, Sejahtera dan Di ridloi Allah SWT. tak lagi di pedulikan yang ada adalah bagaimana masing-masing dari mereka bisa hidup enak, serba berkemewahan, bergelimangan harta sayangnya mereka tak peduli bahwa di samping mereka banyak anak yatim, janda tua, fakir miskin, kaum duafa dan kaum Mustadafien setiap harinya menahan rasa lapar dan dahaga dan di sudut lain Banyak Gorimin kebingungan mencari uang demi membayar lunas hutang yang mereka pinjam untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Kesadaran bahwa masa depan Bangsa, Negara dan Agama ada di tangan kita sudah tak lagi dimiliki, Kesadaran bahwa suatu saat orang tua kita, ulama kita dan pemimpin kita hari ini, akan menghadap keharibaan kemudian pada saat itu terjadi maka kita lah yang akan menggantikan semua sendi-sendi sosial yang ada. Namun apa jadinya jika kita tidak mempersiapkan diri dengan Ilmu, Iman dan Taqwa? Ya jawabannya Bangsa ini kan hilang, negara ini akan hancur dan Agama ini akan Binasa.
Permasalahan Umat ini begitu banyak dan begitu beragam tidak melulu tentang Jodoh saja, akan tetapi kita harus menjadi jawaban dari segala bentuk penyelesaian terhadap permasalahan ummat. Kita harus kembali kepada tujuan kita di Ciptakan Allah. Sudah sholeh dan Solehahkah kita, kemudian Sudah secerdas apakah kita Dan sudah sepeduli apakah kita hari ini?. Ingat bahwa terdapat Haq orang Lain dari setiap bagian kehidupan yang kita jalani. Kemudian apa yang harus kita lakukan hari ini?. jawabanya adalah kita harus mempersiapkan pemuda harapan bangsa dengan sebaik-baiknya.
Pemuda harus menempatkan diri sebagai agen social of change, dimana tonggak utama perubahan berada di tangan mereka, jika mereka di persiapkan dengan ilmu, iman dan Amal yang cukup maka sudah barang tentu masa denpan Negara dan Agama akan baik namun jika mereka memilih untuk berleha-leha, bermalas-malasan tidak mau belajar dan mendatangi tempat ilmu maka tunggu saja waktu kiamat akan segera tiba dengan indikator kerusakan moral dan kehilangan identitas keilmuan sebagai generasi Penerus Bangsa dan Agama.
Pemuda harus menjadi Agen Social Control, dimana mereka harus menjadi pelurus atas segala bentuk penyimpangan yang ada, baik yang dilakukan oleh Umaro, Ulama ataupun orang biasa karena tanpa keseimbangan yang baik Negara dan Agama akan hancur dan binasa seketika.
Pemuda harus menjadi pemersatu dari segala bentuk perbedaan yang ada, Pemberi solusi dari masalah yang di hadapi dan menjadi bagian dari penyalur aspirasi masyarakat terhadap pemerintah kemudian penyampai kebijakan dari pemerintah terhadap rakyat sehingga tidak akan ada ketimpangan sosial yang berlebihan di masyarakat.
Pemuda harus masuk dalam seluruh sendi Sosial kemasyarakatan yang ada, Baik dalam bidang Agama, Budaya, Organisasi dan Politik untuk membenahi semua itu dengan ide dan gagasan yang membangun.
Pemuda harus mencerdasakan dirinya dengan Ilmu Pengetahuan yang cukup karena hari ini kita masuk di era peperangan dengan senjata ilmu dan amunisi pengetahuan bukan di lakukan dengan fisik semata. Barang siapa mampu menguasai pengetahuan maka ia akan menguasai dunia. Sudah cukup kiranya Negri ini di jajah selama 3,5 Abad dimana dari Penjajahan itu kita diwarisi kemiskinan dan kebodohan.
Teringat dengan sejarah Para Pemuda gagah nan Perkasa seperti Ali Bin Abi Tholib, Kholid Bin Walid, Bilal Bin Raba, Abi Dzar Algifari , Sohlahudin Al-Ayubi, Salman Al- Farizy dan Alfatih di usia mereka yang relatif muda mereka mampu memberikan warna baru dan dianggap sebagai bagian dari kegemilangan sejarah karena mampu muncul kepermukaan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada pada waktu. Mereka sudah menjadi contoh baik bagi kita kemudian Tidak ada alasan untuk tidak menjadi pionir dalam perubahan dan kemajuan.
Semoga kesadaran akan Haq dan tanggung jawab sebagai Khalifah Fil Ard yang melekat pada setiap Insan disadari bersama oleh semua golongan dan lapisan sosial yang ada terutama para pemuda karena Mau atau tidak mereka akan menjadi tulang punggung peradaban Bangsa, Negara dan Agama di masa yang akan datang.
Mari rapatkan shaf di jalan Agama Allah dengan Selalu bertaqwan KepadaNya, mengerjakan Amal Sholeh serta memulyakan kedua orang tua dan ulama. Persiapkan diri kita untuk menghadapi tantangan zaman karena sejatinya hari ini kita sedang menuju hari akhir…… Wallahu A’lam Bissowab….

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here