Prof Shedinger: “Meski Saya Kristen, Saya Terpaksa Mengatakan Yesus Seorang Muslim”

0
936
Prof Robert F Shedinger

Beritalangitan.com – Walau telah tiga th. terbit, buku Was Jesus a Muslim? tulisan Robert F. Shedinger, Associate Professor of Religion di Luther College di Iowa Amerika, mengundang masalah berkepanjangan di Amerika Serikat. Hingga beberapa penentangnya memohon supaya Shedinger mohon maaf atas kebodohan kuadratnya.

Seperti ditulis di pengantar buku, Shedinger berniat menulis permasalahan ini sesudah riset yang telah ia kerjakan sepanjang satu dekade. Riset itu ia kerjakan lantaran sanggahan yang pernah dia terima dari satu diantara mahasiswinya, Huda yang berkewarganegaraan Maroko atas langkahnya mengajarkan Islam. Riset itu pada akhirnya berbuah hasil kalau Yesus yaitu seorang Muslim. Hasil riset yang dikerjakan ini pasti bikin shock jutaan penganut Kristen di Amerika serta mereka menyesalkannya.

Walau ditentang serta dikritik habis-habisan, Shedinger tidak pernah sangsi dengan hasil penelitiannya. Berulang-kali dia menginformasikan dengan cara resmi, “Meski saya Kristen, saya sangat terpaksa menyampaikan kalau Yesus yaitu seseorang Muslim. ”

Ia menyatakan, pernyataannya kalau Yesus yaitu seseorang Muslim tak mengganggunya. “Dan tak membuatku kikuk, ” tegasnya. “Hakikat kebenaran yang saya dapatkan ini semestinya dapat membuat sama-sama kesepahaman serta hubungan kerja pada umat Islam dam Kristen dan usaha membuat perdamaian didunia, ” tutur Shedinger.

Studi Shedinger ini pergi dari pertanyaan yang bikin penasaran ; apakah golongan Muslimin mengerti Yesus lewat semakin banyak pada pendekatan histori daripada golongan Kristen? Pertanyaan ini lalu menantang Shedinger lakukan rangkaian studi agama dengan cara spesial, terlebih dalam soal perbandingan agama.

Ia juga membahas beragam kontekstual yang mengharuskannya melakukan pembelahan pada politik serta ideologi di mana satu diantara akhirnya mesti meminggirkan agama dari pertanyaan-pertanyaan budaya serta sosial yang mendalam, hingga studinya bakal mempunyai rangkuman yang lebih akurat serta lebih dihargai. Yaitu hasil yang mendorong sebagian peluang sama-sama mengerti serta hubungan kerja pada golongan Muslimin dengan Kristen.

Dalam studinya, Shedinger tak memperlakukan Islam sebagai agama tetapi sebagai gerakan sosial yang bercita-cita membuat keadilan yang juga menginginkan diwujudkan oleh Yesus di orang-orangnya. Jadi dengan hal tersebut, Yesus yaitu seseorang Muslim, simpul Shedinger.

Dalam info persnya ia menyatakan, “Bisa jadi Anda mesti memikirkan lagi mengenai Islam serta bakal selesai dengan rangkuman kalau Islam yaitu gerakan keadilan sosial, serta berikut misi Yesus. Karenanya saya lihat Yesus yaitu lebih sebagai seseorang Muslim di banding sebagai seseorang Kristen dalam makna sebagai tokoh spiritual yang menebus kekeliruan manusia. ”

Pendeta Gereja Injil Baptis Matt Walters menampik ide ini. “Umat Islam tak mengaku ketuhanan Yesus, lalu bagaimana mungkin saja Yesus ikuti satu ketentuan ideologi yang disebutnya dusta? ” kata Walters.

Beberapa penentang buku ini menyebutkan Shedinger mempunyai agenda sosial yang menginginkan melukiskan Yesus lebih sebagai pemimpin gerakan sosial di banding pemimpin spiritual. Mereka mengklaim kalau pemikiran penulis ini sewenang-wenang serta sintesis yang berupaya bikin inspirasi yang akan tidak di terima oleh umat Islam serta Kristen yang sebenarnya.

Beberapa yang lain mengkritik Shedinger lantaran memercayakan studinya pada beberapa ide akademis yang dangkal. Mereka mengkritik usahanya lakukan redefinisi agama, ideologi, budaya dan sebagainya. Walau sebenarnya beberapa rencana itu telah baku di kelompok manusia mulai sejak beberapa ratus sampai beberapa ribu th..

Luther College sendiri mensupport Prof. Shedinger waktu memperoleh kritikan. Seseorang jubir Luther College menyatakan, pihak manajemen mensupport penuh ide Shedinger. (bsyr/spiritislam. net/salam-online. com) / (St)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.