Sepenggal Cerita dari Aksi Bela Islam II (411)

0
2307
Aksi Damai Bela Islam II (411)

Awal Keberangkatan

Jakarta, 5/11 (Beritalangitan.com) – Tim Beritalangitan.com dalam keberangkatannya dalam aksi damai bela Islam II di Jakarta bersama-sama dengan FPI Kota Sukabumi yang dipimpin langsung oleh H. Faturahman selaku Ketua. Keberangkatan dimulai dengan melakukan briefing dan doa bersama pada pukul 22.00 – 24.00 sekaligus mengatur strategi lapangan dalam aksi damai bela Islam II di Jakarta 4 November 2016 belakangan dikenal dengan istilah aksi 411.

FPI Kota Sukabumi bersiap berangkat menuju aksi 411 di Jakarta
FPI Kota Sukabumi bersiap berangkat menuju aksi 411 di Jakarta

Tepat pada tengah malam semua rombongan perwakilan dari FPI Kota Sukabumi dibawah komando H. Faturahman berangkat menuju Jakarta dengan jumlah sekitar 100 orang (3 mobil dan 2 Bis). Secara keselurahan tidak diketahui persis berapa orang warga Kota dan Kabupaten Sukabumi yang ikut dalam aksi 411 ke Jakarta. Prediksi dari berbagai sumber yang masuk diperkirakan kurang lebih 1.500 warga Sukabumi yang tergabung dalam organisasi Islam, kepemudaan, pelajar, mahasiswa, pesantren maupun perorangan berangkat ke Jakarta secara bertahap.

Masjid Istiqlal – Taman Wijayakusumah – Jakarta

Pada pukul 03.00 semua rombongan sampai di Jakarta tepatnya di Masjid Istiqlal. Pemandangan luar biasa bisa dirasakan tim ketika tiba dilokasi Majid Istiqlal, saudara muslim dari berbagai daerah di pulau Jawa maupun luar pulau Jawa telah berada dan siap melakukan aksi bela Islam II dari sehari – dua hari sebelum acara inti dilakukan. Dampak dari itu rombongan harus rela parkir di luar area Masjid. Tidak lama setelah itu terus menerus tanpa jeda berdatangan rombongan dari berbagai daerah memadati area sekitar Masjid Istiqlal. Bahkan sampai aksi demo terjadi masih belum berhenti orang-orang berdatangan ikut dalam aksi 411. Begitu indahnya melihat kebersamaan Islam disaat semua bersatu. Subhanallah.

Pra Demo Aksi Damai Bela Islam II

Laskar FPI melakukan briefing sebelum aksi damai bela Islam II dimulai
Laskar FPI melakukan briefing sebelum aksi damai bela Islam II dimulai

Suasana menyejukkan mulai bisa dirasakan pada saat shalat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, begitu banyaknya orang yang ikut berjamaah shalat subuh. Aksi 411 ini terpusat di Masjid Istiqlal dengan start keberangkatan setelah shalat Jum’at, maka tidak heran menit ke menit bahkan dari jam ke jam semua orang berdatangan memadati area Masjid Istiqlal.

Peserta aksi 411 berdatangan dari setiap daerah
Peserta aksi 411 berdatangan dari setiap daerah

Pagi hari pukul 06.00 – 10.00 menjelang shalat jum’at sudah mulai orasi disuarakan oleh berbagai ormas Islam, Organisasi Mahasiswa, Komunitas Islam, Komunitas Pelajar, maupun perorangan disekitar area Masjid Istiqlal. Para awak media pun tidak ingin ketinggalan untuk meliput aksi ini. Bervariasinya berbagai orasi yang disuarakan tetapi intinya semua menuntut agar Ahok sang penista dan penoda Al-Qur’an diadili oleh penegak hukum yang berlaku, di usir dari NKRI, bahkan tidak sedikit yang meminta agar Ahok di bunuh.

Berbagai tuntutan untuk penista Al Qur'an Ahok
Berbagai tuntutan untuk penista Al Qur’an Ahok

Perlu digarisbawahi disini agar semua masyarakat tahu, sekalipun banyaknya massa yang berorasi dan beraksi dalam demo ini, alhamdulilah semuanya berjalan lancar penuh etika, akhlak Islami yang dimiliki oleh seorang muslim nampak dengan kedisiplinannya untuk menjaga ketertiban, kebersihan dan kekompakan diperlihatkan oleh semua yang terlibat langsung dalam aksi damai bela Islam II ini.

Kedewasaan para pendemo dalam aksi damai ini sangat perlu dicontoh dan diapresiasi bahkan dipublikasikan agar semua masyarakat yang tidak terlibat langsung dilapangan tahu betapa ummat muslim yang tergabung dalam aksi ini mampu memperlihatkan akhlak dan etika Islami dilapangan. Tidak benar belakangan diketahui berita dari media sekuler bahwa pendemo dalam aksi damai ini mendapat tuduhan-tudahan negatif dari mulai tuduhan pengrusak, pembuat ricuh dan lain sebagainya itu semua tidak benar.

Kedewasaan lain dari massa yang terlibat dalam aksi damai ini bisa terlihat dari cara berfikir, cara pandang dalam menilai sesuatu, juga kepekaan dilapangan terhadap hal-hal yang bersifat ganjil atau janggal. Sebagai contoh, pagi hari saat terjadi wawancara dari media sekuler yang sudah bukan rahasia lagi yaitu media anti Islam (M*t*o TV) mewawancarai massa secara langsung mereka menolak bahkan mengusir media tersebut. Massa juga lebih peka terhadap orang-orang penyusup yang di indikasi menjadi propokator dilapangan agar aksi menjadi gagal dan ricuh.

Pukul 10.00 Gerakan Nasional Pendukung Fatwa MUI (GNPF MUI) yang dipimpinan oleh Habib Rizieq Shihab (pembina), Bachtiar Nasir (Ketua), Misbahul Anam (Wakil Ketua) dan Muhammad Zaitun Rasmin memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah aksi damai dan harus menunjukkan akhlakul karimah. Sejam berselang sebelum melaksankan shalat juma’at pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi.

Hal – hal lain yang perlu diketahui oleh masyarakat untuk lebih bisa menilai objektif pemberitaan antara media Islam dan media sekuler yang membenci Islam adalah bukti bahwa dari aksi damai bela Islam II kemarin berlangsung penuh kedamaian adalah terlihat dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan usia, tidak hanya dewasa bahkan anak-anak, wanita dan ibu2 yang membawa anak turut serta dalam aksi damai ini. Kedatangan mereka semua benar-benar murni panggilan Allah untuk memperjuangkan agamanya dengan membela kitab suci Al Qur’an yang telah di lecehkan, dinistakan dan dinodai oleh Ahok. Mereka menuntut dan meminta pemerintah untuk segera mengadili biang dari kekacauan dan kekisruhan ini yaitu Ahok dengan memenjarakannya atau bahkan secara hukum agama orang seperti itu harus dibunuh.

Selain itu hal lain yang perlu disoroti adalah aksi 411 kemarin adalah ajang silaturahmi ummat dari berbagai unsur, saling memperkenalkan dan mengikat ukhuwah dari masing masing ormas Islam, organisasi mahasiswa, komunitas Islam dan lainnya dari berbagai daerah yang itu semua mejadi satu keterikatan silaturahmi yang berdampak akan bersatunya Islam di Indonesia.

Suasana sebelum melaksanakan aksi damai  411 semakin meriah dengan kehadiran tokoh ulama, politikus dan publik figur yang ikut terjun langsung kelapangan. Seperti terlihat dengan datangnya rombongan dari Majelis Dzikir Adzikra pimpinan Ustadz Arifin Ilham yang membawa ratusan jamaahnya disambut hangat oleh massa yang sudah hadir duluan. Tidak ketinggalan juga dalam aksi kemarin para artis ikut andil dalam menyuarakan kebenaran ini diantaranya Ahmad Dhani, Rhoma Irama, Lucki Hakim, Kiwil, Peggy Melati Sukma, Neno Warisman dan masih banyak artis lainnya yang ikut dalam aksi damai bela Islam II.

Jamaah Shalat Jum'at Masjid Istiqlal - Jakarta
Jamaah Shalat Jum’at Masjid Istiqlal – Jakarta

Bersatunya kekuatan Islam dalam aksi 411 kemarin mulai bisa terlihat dan dirasakan ghiroh juangnya saat melakukan shalat jum’at berjamaah di Masjid Istiqlal yang berkapasitas 200.000 tidak bisa menampung jumlah massa yang akan melakukan aksi bela islam II ini. Terpaksa area sekitar masjid pun digunakan untuk menampung jamaah lainnya yang ingin ikut melakukan shalat jumat berjamaah.

Aksi Damai Bela Islam II dimulai

Habib Rizieq mengarahkan langsung Aksi damai bela Islam II usai melaksanakan shalat jum'at.
Habib Rizieq mengarahkan langsung Aksi damai bela Islam II usai melaksanakan shalat jum’at.

Dimulainya aksi damai bela Islam II terjadi setelah selesai melaksanakan shalat jum’at, Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab langsung memberikan arahan untuk mengawal aksi ini dengan membakar semangat para demonstran lewat tausiah, doa dan juga menyatukan suara dengan himne FPI yang penuh semangat. Setelah itu aksi dilakukan dengan melakukan longmarch ke Istana Presiden sesuai rute yang telah ditetapkan yang diarahkan dan dipimpin oleh pimpinan GNPF MUI yakni Habib Rizieq Shihab (pembina), Bachtiar Nasir (Ketua), Misbahul Anam (Wakil Ketua) dan Muhammad Zaitun Rasmin. Sebagai koordinator lapangan ditunjuk panglima besar FPI H. Munarman sebagai komando pasukan yang memberikan intruksi langsung dilapangan. Sedangkan untuk orasi di depan istana baru dimulai ba’da Ashar.

Sejuta massa melakukan aksi 411
Sejuta massa melakukan aksi 411

Subhanallah, aksi turun langsung kejalan dengan melakukan longmarch dari Masjid Istiqlal menuju Istana Presiden menjadi sebuah bukti betapa besarnya kekuatan Islam disaat bersatu, bersama berjalan dalam menyuarakan kebenaran dan menuntut keadilan. Jumlah massa yang diprediksi tidak kurang dari 200.000 ini ternyata bukti dilapangan sangat mengejutkan dengan jumlah massa yang hadir sekitar 500.000 lebih bahkan sebagian sumber lain menyebutkan aksi tersebut berjumlah 800.000 sampai satu juta orang. Aksi yang begitu memukau, lautan ummat muslim dengan berbagai bendera menjadi satu nama yaitu ISLAM. Kalau bukan karena skenario langsung dari Allah tidak mungkin tiba-tiba bisa mengumpulkan ummat yang sebanyak itu disaat ummat Islam Indonesia masing-masing merasa memiliki keislamannya sendiri-sendiri dengan kelompok kelompoknya.

Peserta Aksi 411
Peserta Aksi 411

Disaat aksi berlangsung dengan penuh kedisiplinan yang dikomandoi oleh tiap-tiap oratornya, massa yang ikut terjun semakin bertambah banyak. Disaat itu pula perwakilan atau juru runding GNF MUI melakukan negoisasi dan konsolidasi ke Istana untuk berbicara langsung dengan presiden, tetapi sangat disayangkan Presiden Joko Widodo tidak ada ditempat.

Pelaksanaan orasipun dimulai setelah ashar dan berjalan lancar dengan orator bergantian dari berbagai elemen tokoh ulama, politikus, tokoh nasional dan publik figur yang dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab sebagai Pembina GNPF MUI.

Perundingan pertama mengutus dua orang juru runding GNPF MUI yaitu Bachtiar Nasir, dan M Zaitun Razmin untuk mendatangi Istana. Hasilnya, juru runding menolak pembicaraan karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam Wiranto dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI Joko Widodo.

Juru runding mendatangi Istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena istana tetap menawarkan Menko Polhukam dan petinggi lainnya sehingga kemudian juru runding kembali kepada barisan aksi.

Selanjutnya Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar juru runding bisa diterima oleh Wapres RI Jusuf Kalla. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap Basuki Tjahaja Purnama (BTP) hari itu juga.

Kemudian juru runding mendatangi Istana untuk ketiga kalinya. Kali ini juru runding diikuti juga oleh Misbahul Anam. Juru runding ditemui Wapres RI dan petinggi lainnya. Perundingan berjalan alot. Hasilnya Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama dua pekan untuk merealisasikannya. Juru runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan. Perundingan terakhir ini baru selesai pukul 18.00.

Kericuhan setelah Aksi damai bela Islam II

Setelah disampaikan hasil perundingan yang ketiga yaitu pernyataan dari Wapres RI yang meminta waktu dua pekan untuk memproses hukum Ahok, reaksi para peserta aksi tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk bermalam di depan Istana. Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang terprovokasi dengan barikade polisi.

Polisi dan Tentara turut mengamankan aksi damai bela Islam II
Polisi dan Tentara turut mengamankan aksi damai bela Islam II
Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa dengan barikade polisi

Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah azan Isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet.

Arifin Ilham yang masih berada di Istana bersaksi bahwa, Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut. Berkali-kali Kapolda memerintahkan Polisi untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara namun tak digubris oleh pasukan polisi, bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa sehingga ada yang tertabrak dan tergilas. Kejadian tersebut telah memakan satu korban meninggal dunia dan ratusan korban luka peluru karet, tertabrak motor polisi dan banyaknya gas air mata.

Barisan Aksi Bela Islam II akhirnya bergerak menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR pada Sabtu (5/11) pukul 03.00 dini hari, delegasi GNPF diterima oleh  Komisi III DPR dan Ketua DPR, setelah beberapa kali berunding. Keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR. Komisi III DPR kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa aksi damai. Pada pukul 04.05 secara resmi GNPF MUI membubarkan Aksi Bela Islam II yang ditutup oleh Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir.

“Alhamdulillah aksi damai berlangsung dengan maksimal meski ditekan, ditembaki, dipukuli tapi kita bersabar dan tidak membalas, tidak melawan, karena niat awal kita adalah aksi damai,” ujarnya.

Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab mengatakan bahwa peserta aksi bisa saja melawan, perang, tapi ini adalah aksi damai. “Kita tidak boleh diadu domba, kita fokus pada kasus penistaan Alquran oleh Ahok,” kata dia. (Tim BLC)

 

Sumber : Beritalangitan.com / FPI Kota Sukabumi / ROL / Group WA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.