Yang Paling Dekat dengan kita Adalah Kematian

Oleh : Andriansyah

0
201

Ada beberapa orang yang merasakan apa yang disebut death instinct atau firasat kematian sebelum ajal tiba. Tapi, firasat itu baru disadari oleh keluarga atau teman dekatnya ketika yang bersangkutan telah tiada.  Sakit dan meninggal dipandang sebagai hukum alam atau sunatullah yang mesti diterima apa adannya, tidak bisa di ingkari. Pengingkaran terhadap hal tersebut adalah yang paling tidak mungkin dan tidak masuk akal. Sesuai dengan firman Allah Swt.yang berbunyi :

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada kami” (QS Al Anbiya : 35)

Kematian adalah pintu gerbang untuk meneruskan dan memasuki kehidupan baru yang lebih abadi. Bagi orang beriman dan banyak amal shaleh kematian itu hanyalah suatu proses metamorphose untuk memasuki kehidupan yangg lebih tinggi kualitasnya.

Kematian bukan untuk ditakuti. Siapapun kita, tak akan mampu lari dan bersembunyi dari  gate of mortality. Bila saatnya tiba, semua mesti masuk kapal kematian untuk melanjutkan perjalanan lebih jauh. Karenanya, adalah pilihan yang menyakitkan bila kita memandang kematian sebagai peristiwa yang mengerikan dan menakutkan. Oleh karena itu, pandanglah kematian dengan penuh kedamaian dan optimisme. Fokuskan perhatian, pikiran dan tenaga kita untuk  terus beriman, berilmu dan beramal. Karena Iman yang terpatri dalam hati sejatinya akan terasa hambar tanpa diselaraskan dengan galian Ilmu yang mendalam lantas kita sempurnakan dengan Amal Ibadah tanpa henti.

Tataplah kematian sebagai penyemangat kita dalam melakukan ibadah dan berbenah sebaik mungkin. Bayangkan kematian akan terjadi besok, begitu nasihat nabi ketika memerintahkan umatnya berkarya untuk kehidupan akhirat. Kemanapun kita pergi, dimanapun kita berada, yang paling dekat adalah kematian, dan kematian merupakan  teman yang paling dekat dengan kita.

Yang paling dekat dgn kita adalah kematian. Yang paling jauh adalah masa lalu. Yang paling besar adalah hawa nafsu. Yang paling berat adalah memegang amanah. Yang paling ringan adalah meninggalkan shalat. Dan yang paling tajam adalah lisan manusia. (Imam Al Ghazali)

Wallahualam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.