Dilema Antara Halal dan Haram

0
829

Beritalangitan.com – Halal merupakan label yang dianut umat islam atau kesyahan sebuah makanan yang boleh untuk dikonsumsi. Halal berarti baik dan dianjurkan, sedangkan keharaman berarti buruk dan dilarang. Seyogyanya umat yang menganut agama islam senantiasa mengikuti ajaran yang sesuai syari’at islam yaitu menuruti dan menanamkan prinsip halal sedang yang haram harus dijauhi. Islam sangat peduli terhadap manusia, islam juga sangat disiplin akan berbagai kondisi manusia. Namun apa jadinya ketika umat islam mengkonsumsi barang haram? Tentu ini menjadi masalah yang harus diperhatikan dan disikapi secara tegas.

Apa sebab barang haram bisa masuk kedalam tubuh seorang muslim. Adapun salah satunya kebiasaan umat islam yang dilakukan dan sudah merupakan keharusan seseorang ketika berangkat haji. ternyata barang tersebut adalah obat vaksin yang pakai oleh jemaah haji.

Barang ini sudah menjadi keharusan seorang jemaah untuk dipakai sebelum pemberangkatan guna dapat terjaga stimuno tubuh atau kekebalan tubuh calon jemaah haji, vaksin yang biasa dipakai bukanlah hasil buatan orang islam, sesungguhnya kita sudah berkiblat pada vaksin luar negeri yang ini berbahaya untuk umat islam di seluruh dunia. Bisa di pungkiri pemerintah selama ini tidak memperhatikan bagian hal kecil yang menjadi tradisi umat islam menerima pengobatan berupa vaksin.

Jika barang haram ini tidak bisa ditangani, maka seorang muslim harus mencari jalan keluarnya. Begitupun Rasulullah saw pernah berkata “ berobatlah, sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit kecuali juga menciptakan obatnya.”(Al-Hadist). Terkuaknya vaksin meningitis yang selama ini dipakai para jemaah haji ternyata tidak halal? Berita yang sampai sempat membuat heboh muslim dunia ini makin menyadarkan kita akan pentingnya sertifikasi halal. Seberapa pentingkah?

Sosok muslimah ini, Dr. Ir. Mulyorini Rahayuningsih Hilwan, MSc, kepala bagian Auditing lembaga pengkajian pangan obat-obatan dan kosmetika majelis ulama Indonesia (LPPOM MUI), berada di garda depan soal kejelasan status halal sebuah produk. Diakui bahwa produk vaksin meningitis yang selama ini dipakai jemaah haji mengandung babi.

Peristiwa ini menjadi tamparan untuk produsen obat yang selama ini menganggap Muslim tak lagi punya pilihan ketika harus berhadapan dengan obat. Jadi logis kalau selama ini mereka jarang mengajukan sertifikasi terhadap semua produknya, sementara buat kaum muslim, peristiwa ini menyadarkan mereka akan haknya memperoleh dan memilih produk yang halal. Karena pada prinsipnya Allah sudah menjanjikan, bahwa selalu ada alternatif untuk sesuatu yang haram, maka tugas kitalah yang mencari alternatif tersebut. Dalam survey LPPOM MUI menunjukkan lebih dari 59 persen masyarakat sadar terkait pentingnya kehalalan suatu produk. Sementara lebih dari 93 persen perusahaan menganggap penting menyertifikasi kehalalan produknya karena akan meningkatnya penjualan, maka dari pemahaman Muslim Indonesia sehingga timbul keinginan mereka untuk menjalankan agamanya secara kaffah.

Di sinilah saatnya umat islam perlu kesadaran dan kehati-hatian dalam menerima takdir hidup, keterlambatan bukanlah suatu penyesalan jikalau kedepannya kita berusaha untuk lebih berperan sebagai muslim. Karena tak akan Allah Ridhoi jika sesuatu yang dilarang Allah kita lakukan, maka kesia-siaan akan menjadi penyesalan untuk kita.Pada hakikatnya Allah menciptakan penyakit pasti ada obatnya. Maka dengan begitu tidak ada yang tidak mungkin asal kita meyakini bahwa ada jalan keluar untuk mencapai ridho illahi.

Berusaha merupakan suatu kewajiban jika ada sesuatu hal yang sudah melenceng dari segala jalan Allah.

Indonesia memiliki insan-insan yang berpotensi dalam bidang kedokteran, termasuk didalamnya ada seorang muslim yang mampu berjuang untuk menyampaikan kebenaran seperti Sosok muslimah yang dikenal profesinya sebagai Dokter, Dosen, dan Auditor. Beliau adalah Dr. Ir. Mulyorini Rahayuningsih Hilwan, MSc, karena pada tujuanya orang-orang ini yang sudah dititipi ilmu kedokteran, mereka senantiasa berusaha untuk agama dan kemaslahatan umat.

Dan Kini umat islam sudah saatnya untuk berusaha mencari alternatif obat vaksin yang halal untuk dikonsumsi, karena dengan kita berusaha menjadi bukti cinta kita pada Allah dan merelakan hidup untuk agama islam maka jika sudah menjadi wujud jihad proseslah akan menjadi sebuah ibadah kepada Allah. (Wn)

sumber: Islampos.com / Majalah Ummi cetakan tahun 2011

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.