Jengkol Obat Wanita Kanker

0
1421
Foto : Ilustrasi (tribunnews.com)

Beritalangitan.com – Penyakit utama yang seringkali hinggap di tubuh wanita adalah kanker. Saat ini, kanker serviks menjadi penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Kanker serviks umumnya dikenal dengan penyakit kanker leher rahim.

Setiap satu jam seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. hasil penelitian saat ini telah membuktikan ternyata obat untuk penyakit tersebut ternyata ada di sekitar kita, yaitu Jengkol.

Saat kita mendengar kata tersebut mungkin yang terpikirkan dalam benak kita adalah baunya. Namun, seperti yang dilansir wartasaranamedia.com bahwa Institute Of Health Sciences, 819 Sweden Riset Biosains L.L.C Cause Stree telah membuktikan jengkol merupakan buah ajaib yang dapat membunuh sel kanker dan disinyalir 10.000 lebih kuat dari kemoterapi. Berdasarkan proses penelitian pula, jengkol dapat menjadi sebuah obat yang mujarab dan terbukti untuk melawan semua jenis kanker yang dialami seseorang. Setelah dilakukan 20 kali test laboratorium yang dilakukan sejak tahun 1970, telah terungkap bahwa jengkol dapat menghancurkan sel-sel ganas di 12 jenis kanker, diantaranya kolon, payudara, prostat, paru-paru, dan pankreas. Berdasarkan penelitian itu, khasiat jengkol untuk obat kanker ganas telah dapat dibuktikan sehingga penderita kanker tidak perlu ragu lagi.

Namun, menurut pandangan islam apakah seorang muslim boleh memakan jengkol? Karena ada beberapa hadist yang menyatakan bahwa makan jengkol itu makruh seperti Hadist yang menyatakan “Dari Abi Sa’id al Khurdry ketika penaklukan Khaibar, nabi Muhammad saw bersabda : siapa yang memakan dari pohon yang bau ini (bawang merah dan bawang putih) maka janganlah mendekati masjid. Orang-orang pun langsung bercerita-cerita tentang sabda nabi ini, mereka mengatakan : diharamkan, diharamkan. Hingga sampailah isu ini ke rasulullah saw, maka beliau bersabda : wahai umat manusia, sesungguhnya saya tidak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, akan tetapi pohon ini, aku tidak suka baunya.” (H.R Muslim).

Dari hadits diatas, jelaslah bahwa bawang merah dan bawang putih tidaklah dilarang. Akan tetapi nabi hanya tidak menyukai baunya, karena hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan orang sekitar. Rasulullah SAW melarang orang yang memakannya untuk masuk mesjid, karena baunya itu bisa saja mengganggu kehusyu’an orang yang shalat. Apabila bawang merah dan bawang putih itu sudah di olah, atau sudah di masak, hingga tidak ada baunya lagi, maka boleh-boleh saja memakannya. Begitu pula dengan jengkol, ketika sudah dimasak atau di olah, sehingga baunya hilang maka hukumnya menjadi Mubah (boleh). Karena Rasulullah itu tidak menyukai baunya bukan makanannya.

Dengan adanya teknologi dan perkembangan yang ada, jengkol bisa diolah dengan berbagai cara untuk menghilangkan baunya. Bahkan bisa diolah menjadi keripik, kerupuk, kue dan lainnya untuk dijadikan sebagai cemilan menyehatkan. Sehingga bagi kaum wanita kini tak usah khawatir lagi untuk memakan buah yang sedap lagi menyembuhkan ini. Inilah bukti bahwa setiap yang Allah swt ciptakan itu tidak ada yang sia – sia, dan ada manfaatnya untuk manusia. (Faizah Khairunnisa) 

Sumber : wartasaranamedia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.