WASPADA !!! Lima kuliner di Solo Mengandung Babi

0
2105
Halal haram. (www.kompasiana.com)

Solo, Beritalangitan.com – Lima dari tujuh kuliner berlabel halal di Kota Solo, Jawa Tengah ternyata memiliki kandungan babi. Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) berencana mendesak Dinas Pertanian kota Solo untuk memperluas razia.

Seperti dilansir voa-islam, Arief Darmawan, Kabid Penegak Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengatakan,  temuan kandungan babi pada kuliner berlabel halal didahului laporan ormas Islam beberapa waktu lalu.

Laporan tersebut lantas ditindak lanjuti satpol PP dan dinas pertanian yang bekerjasama pula dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Setelah dilakukan pemeriksaan, lima dari tujuh sampel kuliner berlabel halal positif memiliki kandungan babi.

Sayangnya, Arief masih belum mau mengungkapkan lokasi pengambilan sampel dan jenis kuliner yang menjadi sampel BPOM.

“Sampel itu diambil dari sejumlah restoran dan ada juga dari pedagang kaki lima, salah satu produknya olahan mie,” ungkap Arief.

Arief mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kaji bersama dinas pertanian dan BPOM. Sebab tidak menutup kemungkinan ada kuliner lain yang memiliki kandungan babi.

“Kami menunggu dinas pertanian, kabar terakhir sudah ada seratus alat yang disiapkan untuk mengecek kandungan babi,” jelas Arief

Sementara itu, Endro Sudarsono Humas LUIS mengaku telah mendengar kabar tersebut dari satpol PP Kota Solo. Namun demikian Endro memyayangkan, dinas terkait tidak segera mengabarkan temuan tersebut dan terkesan menyembunyikannya.

“Kami sangat menyayangkan temuan itu tidak di kabarkan kepada publik, sehingga timbul kesan dinas terkait menyembunyikan temuan ini,” kata Endro.

Menurut Endro, adalanya kandungan babi pada kuliner berlabel haram adalah tindakan penipuan dan sangat mencederai umat Islam, terlebih saat ini umat Islam tengah khusyuk beribadah di bulan Ramadhan.

“Kami berencana mendesak dinas terkait agar segera mengabarkan hasil penelitian BPOM tentang temuan itu dan meminta dinas memperluas razia, karena besar kemungkinan produk berlabel halal tapi memiliki kandungan babi beredar dimana-mana,” tandas Endro. (jm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.