Florence Berencana Bangun Masjid Besar

0
748
Kastil Sammezzano, Florence, Italia.

(Beritalangitan.com) – Dewan Kota Florence, Italia, tengah berusaha merencanakan pembangunan masjid besar bagi Muslim setempat. Dilansir dari The Local, Jumat (8/4), para pemegang kewenangan mengusahakan hal tersebut karena melihat masjid pusat Kota Florence tidak lagi mampu menampung jamaah yang semakin meningkat. Saat ini, jamaah yang rutin beribadah di masjid tersebut diperkirakan telah mencapai seribu orang.

Walau pemerintahan sayap kanan berusaha membatasi pembangunan masjid, Ibu Kota dari Provinsi Tuscan tersebut telah mendiskusikan pembangunan masjid yang digadang sebagai masjid terbesar ini. Pembangunan tersebut direncanakan untuk dapat mengakomodasi umat Muslim Florence. Saat ini, Muslim setempat menjalankan kegiatan ibadah mereka di sebuah bekas garasi pusat sejarah milik pemerintah kota.

“Ini situasi yang sangat mendesak, buruk untuk wajah kami sebagai masjid dan buruk untuk wajah kota ini pula,” ujar imam Kota Florence, Izzedin Elzir. Disebabkan keterbatasan lahan, tak jarang Muslim harus mau beribadah di jalanan sekitar masjid. Terutama saat sholat Jumat tiap pekan.

“Kami bahkan membuka dua sesi sholat Jumat, tetapi itu tidak cukup. Orang-orang harus sholat di jalanan, ketika hujan itu mengerikan.”

Masjid tersebut adalah satu dari tiga tempat di mana umat Islam Florence bisa beribadah. Tempat itu dijadikan pula sebagai perpustakaan agama serta pusat riset. Melihat mendesaknya situasi ini, komunitas Muslim Florence pun menemui dewan kota untuk mendiskusikan relokasi masjid ke lahan yang lebih luas, sebesar 800 meter persegi.

Selain pembangunan masjid yang lebih luas, dewan kota pun merencanakan adanya pembangunan pusat Islam di Florence. Rencana jangka panjang itu kelak diharapkan dapat mewujudkan berdirinya sebuah pusat kebudayaan Islam sekaligus masjid dengan luas mencapai 7000 meter persegi.

“Secara keseluruhan, Florence adalah rumah bagi sekitar 30.000 Muslim dan akan menjadi tempat yang tepat untuk membangun sebuah pusat (kebudayaan, red),” lanjut Elzir.

Sumber : Khazanah/Republika

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.