Muslim Australia Produksi Kartun Islami

0
821

Sydney, (beritalangitan.com)–Pemimpin Komunitas Muslim Australia yang tergabung dalam National Council Imam Australia (ANIC) menyambut baik diluncurkannya sebuah saluran kartun alternatif bagi anak-anak muslim, dalam One4Kids.

Presiden ANIC, Syekh Shady Alsuleiman mengatakan saluran kartun ini sebagai alternatif dari kartun Peppa Pig yang populer bagi anak-anak  di Australia. Syekh Shady menilai Peppa Pig memberi gambaran yang kurang tepat bagi anak-anak Muslim Australia, yang menggambarkan seekor babi dan keluarganya.

“Hadirnya saluran kartun One4Kids merupakan dukungan terhadap program yang merangkul dan menggambarkan Islam, sesuai dengan prinsip, etika dan nilai-nilai agama Islam,” kata dia dilansir dari Telegraph.co.uk, awal Desember lalu.

One4Kids merupakan perusahan di Sydney yang memproduksi acara anak-anak dengan tema Islam yang mendapatkan sumber dana dari proyek Barakah Hills, acara anak alternatif dari kartun Peppa Pig.

“Seperti kita ketahui Muslim rata-rata tingkat kelahiran lebih tinggi, ditambah peningkatan jumlah anak-anak muslim waktu menonton video di perangkat, komputer, dan televisi juga bertambah. Dengan dukungan anda, One4Kids berharap dapat menyelesaikan produksi seri baru, Insha Allah,” dalam keterangan perusahaan.

Seri terbaru dari kartun produksi One4Kids bercerita tentang keluarga Abdullah di kota mayoritas muslim Barakah Hills. Episode ini akan menceritakan ‘Ayah memberikan khutbah pertama’ dan ‘Menghitung dalam Bahasa Arab’.

“Anak-anak akan beljar segala sesuatu dari bagaimana menjaga perilaku, hingga berhubungan dengan masyarakat dan komunitas Muslim,” kata One4Kids produser and direktur, Subhi Alshaik.

Ia menegaskan acara-acara bertemakan Islam akan memberi alternatif pada acara ‘sampah’ di televisi. Dimana acara dari One4Kids ini mengajarkan yang terbaik dan apa yang mereka butuhkan untuk belajar.

Alshaik mengkritik kartun Peppa Pig mengandung isi ‘tidak baik’ bagi anak diantaranya mengajarkan anak untuk menjadi sombong. Menurutnya kritik itu bukan karena menggambarkan seekor babi, yang menjadi larangan bagi Muslim untuk dikonsumsi, tapi pesan acara tersebut. (sumber:republika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.