Palang Merah: Tanggapi Krisis Migran, Eropa Harus Lakukan Cara Kemanusiaan

0
664
Krisis Migran

Beritalangitan.com, 17/2 – Negara-negara Eropa harus menanggapi krisis migrasi dengan cara yang terkoordinasi pada sisi kemanusiaan sebagai hal yang utama, demikian menurut seorang pejabat senior Palang Merah, Selasa (16/2/2016).

“Kami memahami ini adalah kompleks, tapi kami juga harus berhati-hati, kita tidak membuat keputusan berdasarkan rasa takut, berdasarkan fanatisme,” kata Garry Conille, di bawah sekretaris jenderal, program dan operasi, di Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

“Eropa cenderung memiliki hampir 3 juta migran pada akhir tahun 2017,” lanjutnya pada konferensi pers setelah pertemuan IFRC dalam membahas krisis migran.

Diberitakan Islampos yang dilansir The Star, Rabu (17/2/2016), situasi yang rumit tidak hanya karena jumlah migran, tetapi juga pada sejumlah negara. Karena kurangnya koordinasi dan lingkungan yang sangat dipolitisasi.

“Perlu ada konsensus di Eropa, perlu ada tanggung jawab bersama dan sebagian besar dari semua perlu ada solidaritas,” kata Conille.

“Bagaimana sejarah akan mencatat respon kolektif kita untuk kebutuhan bantuan mendesak dan perlindungan dari ratusan ribu pria, wanita dan anak-anak?” imbuhnya.

Sejak negara yang berbatasan Yunani menutup perbatasan mereka untuk migran selain Suriah, Afghanistan dan Irak, telah terjadi lonjakan besar migran di Yunani, menurut Angelica Fanaki, kepala hubungan internasional di Hellenic Palang Merah.

“Kami siap bahkan untuk itu, tapi masalahnya adalah bahwa kita perlu menyeimbangkan seluruh situasi,” katanya.

Yunani menghadapi permasalahan pengangguran yang tinggi, meningkatnya tunawisma dan kesengsaraan ekonomi lain setelah enam tahun resesi. [die/ry/islampos]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.