Sentimen Islamofobia Meningkat Tajam di Jerman

0
539
Protes kelompok sayap kanan ekstrem di Jerman terhadap islamisasi di Eropa.

Beritalangitan.com – Penelitian yang dipublikasikan University of Leipzig menunjukkan bahwa sentimen Islamofobia meningkat tajam di Jerman. Hasil penelitian ini menggarisbawahi ketegangan di masyarakat Jerman, setelah lebih dari satu juta imigran, sebagian besar Muslim, tiba di negara itu tahun lalu.

Satu dari dua responden dalam penelitian itu menyatakan mereka merasa seperti orang asing di negeri sendiri karena banyak umat Islam di sekitar mereka. Jumlah ini meningkat 43 persen dari penelitian tahun 2014 dan 30,2 persen dari tahun 2009. Jumlah responden 2.420 orang.

Penelitian ini juga menunjukkan, jumlah orang yang menilai bahwa umat Islam harus dilarang datang ke Jerman juga semakin meningkat, yakni sebesar 40 persen. Ini merupakan peningkatan signifikan dibanding seperlima jumlah responden pada 2009.

Penelitian ini dilakukan para peneliti dari University of Leipzig, bekerja sama dengan Heinrich Boell Foundation, Rosa-Luxemburg Foundation, dan Yayasan Otto-Brenner, yang dirilis pada Rabu (15/6/2016) dan diberitakan Reuters dan CNN.

Masuknya imigran telah memicu dukungan untuk kelompok sayap kanan, Alternatif anti-imigran untuk Jerman, AFD, yang ingin melarang adanya menara masjid dan pemakaian burqa di negara itu.

Selain itu, jumlah serangan di tempat penampungan pengungsi juga meningkat.

Sementara para pendukung AFD mendukung menghentikan umat Muslim datang ke Jerman, pemilih Partai Hijau tidak setuju dengan pernyataan bahwa Muslim membuat mereka merasa seperti orang asing, menurut survei tersebut.

Presiden Jerman, Joachim Gauck, pada Senin (13/6/2016) memperingatkan agar warga Jerman tidak mengutuk umat Muslim, ketika berbuka puasa bersama warga Muslim. Ia juga mengingatkan adanya polarisasi di sepanjang garis agama dan etnis dalam masyarakat Jerman.

Jerman merupakan negara dengan hampir empat juta umat Muslim, sekitar lima persen dari total penduduknya. Banyak warga Muslim di Jerman berasal dari Turki untuk mencari pekerjaan. Namun, para imigran yang tiba di Jerman tahun lalu sebagian besar melarikan diri konflik di Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Riset ini juga mempelajari pandangan sayap kanan ekstrem terhadap kelompok lainnya di Jerman.

“Sementara prasangka umum terhadap imigran menurun sedikit, fokus kebencian terhadap pencari suaka, Muslim, dan Roma meningkat,” bunyi riset tersebut.

Para responden yang menilai warga Roma memiliki kecenderungan ke arah kriminalitas meningkat menjadi hampir 60 persen.

Sementara, lebih dari 80 persen responden ingin Jerman tidak terlalu murah hati dalam memberikan suaka.

Hampir 40 persen responden yang disurvei di Jerman timur setuju dengan pernyataan bahwa orang asing hanya datang ke Jerman untuk mengambil keuntungan dari sistem kesejahteraan sosial negara itu. Sebanyak 30 persen responden yang disurvei di Jerman Barat memiliki pandangan yang sama. (St)

 

Sumber : Hidayatullah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.