Swiss Izinkan Siswa Muslim Tak Salaman dengan Guru Wanita

0
1450
Kebijakan ini diterapkan oleh pengelola salah satu sekolah Therwil, Swiss, setelah ada keluhan dua siswa Muslim yang memandang salaman dengan wanita bertentangan dengan ajaran agama.

Beritalangitan.com, 9/4 – Siswa Muslim di sebuah sekolah di kawasan utara Switzerland, tepatnya di Therwil diizinkan tidak bersalaman dengan guru wanita. Kebijakan dikeluarkan pada Senin lalu.

Pihak sekolah memberlakukan kebijakan ini setelah mendapat keluhan dari dua siswa Muslim berusia 14 dan 15 tahun. Dua siswa Muslim itu mengeluh karena salaman dengan guru wanita bertentangan dengan ajaran agama.

Mereka berpendapat Islam tidak membolehkan adanya kontak fisik dengan seseorang yang bukan merupakan mahram. Dewan Pendidikan Therwil menyatakan tidak mendukung kebijakan tersebut.

“Tapi juga tidak akan mengintervensi, karena itu merupakan tanggung jawab sekolah yang membuat aturan,” ujar juru bicara Dewan Pendidikan Thurwil Monika Wiss kepada AFP.

Keputusan sekolah memicu kecaman publik di seluruh Switzerland. Menteri Kehakiman Simonetta Sommaruga dalam sebuah siaran televisi mengatakan, “Jabat tangan adalah budaya kita.”

Ketua Komisi Sains, Pendidikan, dan Budaya Parlemen Switzerland Felix Muen menyebut jabat tangan sebagai ‘bentuk perwujudan dari sikap hormat dan sopan santun’.

Sementara Kepala Swiss Conference of Cantonal Ministers of Education, Christoph Eymann berkeras menyatakan kebijakan itu mendiskriminasi kaum wanita.

“Kami tidak bisa mentolerir kaum wanita diperlakukan berbeda dari pria di ruang publik,” kata dia.

Terkait polemik ini, komunitas Muslim Switzerland memandangnya sebagai tanggapan yang berlebihan.

“Orang pasti berpikir nilai-nilai tradisi Switzerland sedang dipertaruhkan. Hanya karena dua siswa yang sebenarnya ingin menyapa dan menghormati gurunya dengan cara yang berbeda,” demikian pernyataan Dewan Muslim Pusat Switzerland.

Dewan Muslim kemudian menerangkan dalam fikih klasik dan ulama kontemporer, jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahram merupakan sebuah larangan.

Sementara Federasi Organisasi Islam Swiss (FIOS) menjelaskan tidak berjabat tangan antara pria dan wanita, merupakan aturan berdasarkan ajaran agama dan lazim dijalankan di sejumlah negara Muslim. Menurut mereka, seharusnya ini tidak dipermasalahkan di Swiss. (die)

(Ism, Sumber: alarabiya.net / dream.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.