Bandung, 22/12 (Beritalangitan.com) – Jaenul Amilin (21) seorang santri pesantren Al-Mu’awanah yang di pimpin oleh KH. Dede Saepudin yang beralamat di Sukamaju Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Bandung barat, anak dari pasangan Fathurohman & Siti rukoyah asal Kp. Dukuh Desa Bunijaya Kecamatan Gununghalu. Setelah lulus MTS lalu Jaenul Amilin memutuskan untuk masuk kepesantren di Al-Mu’awanah hingga sekarang.
Ditemui tim lipsus pesantren beritalangitan.com di sela-sela kesibukannya sebagai santri, Jaenul mengaku merasa senang menjadi santri di pesantren Al-mu’awanah karena dipesantren ini selain mempelajari kitab kuning, belajar tahlil juga merupakan rutinitas para santri setiap harinya, selain ada kegiatan belajar dakwah ditengah masyarakat, tahajud, salat dhuha dan shaum sunah. Selain itu juga para santri diberikan keterampilan di bidang pertanian, percetakan, sablon & menjahit, bahkan dari pihak pesantren juga sering melakukan kerjasama dengan masyarakat seperti khitanan masal dan menyantuni anak yatim.
Begitulah kegiatan Jaenul dan santri lainnya sehari-hari dalam menimba ilmu di pesantren Al-mu’awanah, selain itu Jaenul membantu mengajar para santri muda, dan menemani kiyai mengisi majelis ta’lim di masyarakat, selain itu juga santri di terjunkan langsung ke masyarakat untuk belajar berdakwah, “kita Meneladani Rasulullah saw ketika berdakwah di mekah, Rasulullah dicaci maki bahkan dilempari dengan batu, disebut orang gila oleh masyarakat mekah tapi Rasulullah tetap istqomah dalam berdakwah” ujar Jaenul.
Inshaallah setelah selesai mondok di pesantren Al-mu’awanah niatan Jaenul akan mendakwahkan kembali ilmunya kepada masyarakat sangat kuat, agar masyarakat ini menjadi masyarakat muslim yang lebih baik lagi dan terarah oleh konsep Al-qur’an, meski diakui tidak mudah mengajak masyarakat untuk mengikuti perintah Allah, tapi Jaenul Alimin tidak akan pernah mundur untuk berdakwah, paparnya menutup pembicaraan dengan tim beritalangitan.com. (tim lipsus pesantren beritalangitan.com)