10 Kisah Termahsyur Assabiqunal Awwalun – bag 2

0
28

Oleh: Abu Rumi

Melanjutkan tulisan sebelumnya..

2. Umar bin Khattab. Khalifah kedua sesudah Abu Bakar dan mertua Nabi, ayah dari Hafshah binti Umar bin Khattab.

Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Jika seandainya ada Nabi setelahku, maka ia adalah Umar.” (HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim, Ahmad).

Salah satu diantaranya adalah ketika umat Muslim memenangkan Perang Badr’ pada tahun 2 Hijriah, pasca perang pasukan muslim memilik 60 tawanan perang, Rasulullah sempat bermusyawarah dan bertanya kepada para Sahabat hendak kita apakan ini tawanan perang, beberapa sahabat berkutat dengan pendapat yang sama untuk membebaskan para tawanan dengan alasan agar menunjukan kepada orang kafir bahwa umat Muslim itu baik, ada lagi yang berpendapat agar dibebaskan juga namun dengan syarat para keluarganya harus membayar denda. Namun berbeda dengan Umar beliau berkata, “Ya Rasulullah datangkan kepadaku orang terdekat dari mereka (60 orang tawanan) dan akan kutebas leher mereka. Karena mereka ini dengan sengaja keluar dari Mekkah memang untuk memerangi kita Umat Muslim. Jika pada saat perang kita kalah, kita sudah dibunuh oleh mereka. Dan kita harus tunjukan ketegasan kepada orang-orang kafir.” Namun Rasulullah cenderung lebih setuju dengan pendapat sahabat lainnya. Subhanallah, keesokan paginya sebelum Sholat Subuh, beliau mendapati Abu Bakar & Rasulullah sedang menangis, beliau bertanya, ”Wahai Rasulullah dan Abu Bakar apa yang membuat kalian menangis? Beritahukan kepadaku agar akupun ikut menangis.” Rasulullah pun menjawab, “Wahai Umar telah turun firman Allah SWT menyetujui pendapatmu. Jika bukan karena takdirnya Allah, kita semua akan dihukum, kecuali Umar.”

Berkat Umar bin Khattab, sikap dan pandangannya yang disepakati oleh Al-Qur’an lebih dari 20 peristiwa. (lihat Tarikh al-Khulafa’ karya Imam al-Suyuthi, hal. 99-101). Sebagai contoh ;

Pertama, perintah Allah tentang menajikan Maqam Nabi Ibrahim sebagai tempat sholat yang diabadikan dalam QS. Al Baqarah (2) : 125, “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.”

Kedua, ayat tentang Berhijab yang mengisahkan ketika para sahabat yang sedang berkunjung ke rumah Nabi namun tidak ada sehelai benang ataupun pembatas yang memisahkan keberadaan Rasul beserta para Sahabat dengan istri tercintanya Aisyah maka dalam QS. An Nuur (24) : 31 disebutkan, “Dan hendaklah mereka [perempuan beriman] menutupkan kain kerudung ke dadanya.”

Ketiga, ayat yang meriwayatkan tentang ketika para istri-istri Nabi berkumpul untuk meminta tambahan uang belanja sehari-hari, termasuk Hafshah binti Umar bin Khattab yang dianggap menjadi salah satu provokator dalam aksi tersebut, sehingga menyebabkan Umar takut jika putrinya akan dicerai oleh Rasulullah. Kisah tersebut tercantum dalam QS. Ath Tahrim (66) : 5, ”Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.”

Keempat, ayat tentang keharaman Khamr dalam QS. Al Maidah (5) : 91, “Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”

Umar bin Khattab sendiri masuk islam dan mengucapkan dua kalimat Syahadat dihadapan Rasulullah setelah membaca QS. Thaha (20) : 1-8.

3. Utsman bin Affan. Khalifah ketiga sesudah Umar dan juga menantu Nabi, menikah dengan Ruqayyah dan Ummu Kultsum sehingga mendapat gelar Dzunnurain.

“Hai Aisyah, bagaimana mungkin aku tidak merasa malu kepada seseorang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya?.” (HR. Muslim)

Tiga hal yang paling membekas dari kisah Khalifah Utsman bin Affan adalah tentang sifatnya yang Pemalu, totalitasnya untuk menginfaqkan hartanya di jalan Allah, kepeduliannya terhadap Umat yang membuatnya menjadi sangat Dermawan dan Jasa besarnya dalam pembukuan Al Qu’ran.

Salah satu dari sekian banyak kelebihan yang bisa kita petik dari Kisah hidup Utsman bin Affan adalah tentang heroiknya beliau dalam meraih Surga dengan Hartanya. Dalam persiapan menghadapi Perang Tabuk, Utsman bin Affan membuktikan betapa dahsyatnya Infaq Sodaqoh yang beliau berikan dijalan Allah. Peperangan yang melibatkan 30.000 kaum Muslim serta perjalanan yang sangat panjang, membutuhkan perbekalan yang tidak sedikit karena jarak yang harus ditempuh oleh Rasulullah dan sahabatnya dari Madinah ke Tabuk mencapai 8-9 hari. Dalam sebuah kisah, Abu Bakar meninfaqkan 4000 Dirham untuk Jalan Allah. Saat yang bersamaan Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Bakar apa yang kau tinggalkan untuk Istri dan Anakmu?” Abu Bakar menjawab, “Allah dan Rasulnya.” Kemudian datang Umar bin Khattab dengan membawa setengah dari hartanya. Disusul dengan Sahabat lainnya Abbas bin Abdul Mutholib, Thalhah bin Ubaidilah, dan Abdurahman bin Auf membawa 200 Ukiyah (1 Ukiyah = 119 gr Perak). Datang lagi Sahabat lainnya, Asham bin Abi dengan membawa 90 Wasaq Kurma (1 Wasaq = 60kg) sebagai sedekah. Kemudian datanglah Abu Aqil seseorang yang tidak mempunyai penghasilan dan pekerjaan tetap, beliau dengan niat menginfaqkan rizkinya untuk kepentingan Jihad Fii Sabilillah dengan cara semalam suntuk menimba air untuk mengisi wadah-wadah air yang diambilnya dari sumur yang dibayar dengan 2 Sak Kurma (1 Sak=10 kg), setengah beliau infnaqkan, setengah lagi beliau nafkahi untuk keluarganya.

Setelah semua infaq sahabat dikumpulkan, datanglah Utsman bin Affan dengan mengantongi 1000 Dinar (1 Dinar = 4.25 gr Emas). Rasulullah langsung bersabda untuk Utsman pada saat itu juga, ”Tidak akan ada yang membahayakan Utsman dari apapun yang dia lakukan setelah hari ini.” Rasulullah mengucapkannya sebanyak dua kali. Tak berhenti sampai disitu, Utsman bin Affan langsung pulang ke rumahnya dengan membawa 940 ekor kuda perang yang digenapkan dengan 60 ekor unta perang. Di kuda tersebut sudah dilengkapi dengan baju besi kuda, pelana, perisai pedang untuk para mujahidnya, sebelah kiri kanan ada kantong untuk keperluan perbekalan. Diriwayatkan Hudzaifah Al Yaman, “Utsman kembali pulang ke rumahnya dengan membawa 10.000 Dinar.” Sampai Rasulullah membolak-balikan harta tersebut karena saking tidak percaya dengan jumlahnya yang begitu banyak. Rasulullah bersabda, “Semoga Allah mengampunimu Wahai Utsman, apa yang kau rahasiakan dan apa yang kau tampakkan. Dan apapun yang terjad pada Hari Kiamat tidak akan membahayakanmu.” Kemudian Abdurahman bin Auf berkata, “Aku melihat Rasulullah ketika Utsman datang untuk yang kesekian kalinya dengan membawa 700 Ukiyah Emas.” (1 Ukiyah Emas = 17 gr Emas). Jika kita kalkulasikan berapa total harta yang Utsman bin Affan infaqkan untuk berperang di jalan Allah mencapai ratusan milyar rupiah dan Utsman bin Affan tidak mengharapkan balasan sedikitpun atasnya.

Insyalloh Bersambung…

Sumber :
Channel Youtube Khalid Basalamah Official
Channel Youtube Inspira Studio
Tautan Kisahmuslim.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.