10 Kisah Termahsyur Assabiqunal Awwalun – bag 5 & 6

1
196

Oleh: Abu Rumi

Bagian 5. Thalhah bin Ubaidillah.

Thalhah bin Ubaidillah merupakan satu dari lima anak muda yang memutuskan untuk masuk Islam ketika masih dalam Fase Mekkah. Beliau mengikat janji setia kepada Rasulullah Muhammad SAW diusianya yang baru menginjak 15 tahun ketika Rasul menerima wahyu di usia 40 tahun. Kecerdasannya lah yang membuat beliau dengan begitu yakinnya untuk menerima risalah tersebut. Thalhah yang berasal dari keluarga yang kaya dan terpandang di kalangannya membuat beliau tak luput dari siksaan kaumnya terdahulu pasca memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sehingga ketika mendengar ada seruan untuk berhijrah ke Habasyah dan Madinah, Thalhah pun ikut ambil bagian didalamnya untuk mengikuti jejak kenabian Muhammad SAW.

Dalam menegakan agama Allah, Thalhah tak pernah luput untuk terus selalu ikut berperang berada dibawah Panji Rasulullah. Tak ada perang yang tak beliau ikuti, kecuali Perang Badr’ karena pada saat itu Thalhah mendapat tugas mulia dari Rasulullah untuk mengintai kafilah dagang Quraisy. Namun meskipun Thalhah tidak ikut dalam Perang Badr’, beliau tetap mendapatkan pahala Perang Badr’ dan mendapatkan bagian dari harta hasil rampasan perang. Ketika Perang Uhud berkecamuk, Thalhah tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dengan begitu gagah beraninya, menebas satu per satu musuh yang berada di depannya dan menjadi perisai bagi Rasulullah ketika terjadi kekacauan yang diakibatkan oleh turunnya pasukan pemanah dari atas bukit akibat tergoda oleh hasil ghonimah. Alhasil, Thalhah meninggalkan 24 luka di sekujur tubuhnya dari perang tersebut sambil merintih kesakitan, Rasulullah bersabda “Andai kau (Thalhah) mengucapkan kata Bismillah, maka kau akan diangkat oleh Malaikat dan orang-orang akan melihatmu.” Sehingga pantaslah jika beliau kita gelari sebagai seorang Mujahid.

Sebagai seorang hartawan yang Allah limpahkan harta berlimpah untuknya beliau tak segan untuk selalu memberikan hartanya untuk kepentingan umat dan berjihad di jalan Allah. Membuatnya tak tenang jika masih menyimpan harta yang berada padanya, sehingga membuat kebaikan dan kedermawanannya menjadi aset yang luar biasa bagi beliau. Selain dari pada itu, keistimewaan dari Thalhah bin Ubaidillah adalah beliau merupakan salah satu dari enam kandidat Khilafah pengganti Umar bin Khattab ketika wafat. Bersama dengan Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Zubair bin Awwam, Abdurahman bin ‘Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqqash.

Bagian 6. Zubair bin Awwam.

Bersama dengan Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam merupakan anak muda dari Mekkah yang meyakinkan dirinya untuk berbai’at kepada Rasulullah Muhammad pada usia 15 tahun. Zubair bin Awwam merupakan anak dari Shofiyyah binti Abdul Mutholib, bibi Rasulullah. Beliau dididik dengan keras oleh ibunya, sehingga orang-orang beranggapan bahwa ibunya ingin membunuhnya.

Keputusannya untuk memeluk agama Islam mendapat kecaman keras dari Pamannya dari jalur nasib Ayahnya. Zubair mendapat siksaan yang sangat berat dengan tubuhnya diikat oleh karung jerami dan di aliri uap yang sangat panas disekelilingnya, namun kenikmatan iman yang beliau rasakan tak membuatnya goyah atas rahmat Allah. Dari pihak Ibunya sendiri, datanglah Hamzah bin Abdul Mutholib untuk menyelamatkan nyawa beliau. Loyalitasnya kepada Rasulullah Muhammad SAW membuatnya mendapatkan gelar Hawaari, Sang Pembela Rasulullah. Beliau selalu terlibat dalam setiap peperangan Rasulullah, yang menarik adalah Zubair bin Awwam mendapatkan tugas untuk menganalisa kekuatan lawan pada peristiwa Bani Quraizah yang membuat kaum muslimin unggul dalam peperangan tersebut.

Sepeninggal Rasulullah, ada pertanyaan yang menghinggapi Zubair bin Awwam, “Wahai Zubair mengapa engkau tidak meriwayatkan banyak hadist seperti sahabat-sahabat yang lain?” Zubair pun menjawab, “Karena aku pernah mendengar Rasulullah berkata barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiaplah tempatnya di neraka.” Kekhawatiran ini menjadi teguran bagi kita agar tidak sembarang menyampaikan ilmu, terlebih lagi yang datangnya dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Sehingga serahkanlah segala sesuatu itu kepada ahlinya.

Zubair bin Awwam menikah dengan Asma bin Abu Bakar ash Shiddiq. Dikaruniainya anak yang menjadi ahli ibadah dan ahli ilmu yang baik, Abdullah bin Zubair yang kelak menjadi Khalifah, Mus’ab bin Zubair yang menjadi pemimpin di Irak, Urwah bin Zubair yang menjadi Ulama besar sepeninggal Rasulullah dan generasi setelah sahabat.

Tulisan sebelumnya…

Sumber :
Channel Youtube Khalid Basalamah Official
Channel Youtube Inspira Studio
Tautan Kisahmuslim.com

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.