10 Kisah Termahsyur Assabiqunal Awwalun – bag 1

1
182

Oleh Abu Rumi

Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamualaykum warahmatullohi wabarokatu.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memuliakan para sahabatnya. Perjuangan para sahabat Nabi itu dalam menegakkan Islam tak akan bisa dinilai dengan emas sebesar Gunung Uhud sekalipun.

Rasulullah SAW menjamin para sahabat itu akan masuk surga bersamanya. Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda: “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad di surga, Sa’id di surga, Abu Ubaidah bin Jarrah di surga.”

Berikut adalah beberapa kisah termahhsyur yang pernah dialami oleh para Sahabat bersama Rasulullah Muhammad SAW.

Abu Bakar ash Shiddiq. Khalifah pertama sesudah Rasulullah SAW wafat dan juga mertua Rasulullah, ayah dari Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq.

“Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepadaku dengan ikatan persahabatan dan dukungan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang Khalil -kekasih terdekat- selain Rabb-ku niscaya akan aku jadikan Abu Bakar sebagai Khalil-ku. Namun, cukuplah -antara aku dengan Abu Bakar- ikatan persaudaraan dan saling mencintai karena Islam. Dan tidak boleh ada satu pun pintu yang tersisa di [dinding] masjid ini kecuali pintu Abu Bakar.” (HR. Muslim)

Dalam satu waktu atas izin Allah SWT, Malaikat Jibril datang menghampiri Nabi Muhammad SAW dan memberitahukan sebuah kabar kepada beliau tentang rencana jahat dari kaum kafir Quraisy yang akan mencelakai dirinya, dan memerintahkan beliau agar segera meninggalkan Mekah. Setelah mendengar kabar tersebut, Rasulullah segera mendatangi sahabatnya, Abu Bakar ash Shiddiq lantas berkata, “Sesungguhnya aku telah diizinkan Hijrah.” Kemudian Abu Bakar bertanya, “Apakah aku menemanimu wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Iya.”

Ketika malam sudah gelap, Rasulullah pun pergi dari kediamannya bersama Abu Bakar untuk menghindari rencana jahat kaum kafir Quraisy. Di saat yang bersamaan, kaum kafir Quraisy yang tidak mendapati Rasulullah berada di kediamannya langsung bergegas mencari dan mengejar Rasulullah. Mengetahui hal tersebut, Abu Bakar untuk sementara memutuskan bersembunyi di dalam Gua Tsur untuk menghindari kejaran kaum kafir Quraisy. Sebelum masuk kedalam Gua Tsur, Abu Bakar berkata, “Demi Allah. Jangan Anda masuk kedalam Gua ini sampai aku yang memasukinya terlebih dahulu. Kalau ada sesuatu perkara buruk, maka akulah yang mendapatkannya, bukan Anda.” Kecintaan Abu Bakar kepada Rasulullah sungguh besar, ditutupnya lubang gua tersebut dengan potongan-potongan kain dari baju Abu Bakar, untuk mencegah binatang-binatang liar masuk kedalamnya. Namun apa mau dikata, ternyata kain yang ada tidak mampu untuk menutupi semua lubang dan tersisalah dua lubang disana. Abu Bakar pun berniat menutupi lubang tersebut dengan kedua kakinya.

Dipersilahkannya Rasulullah untuk beristirahat, tertidur berbaring di atas pangkuan pahanya. Saat Nabi Muhammad SAW tertidur, tiba-tiba seekor ular menggigit kaki Abu Bakar, sontak Abu Bakar pun kesakitan dan menahan rasa sakitnya karena takut jika dia meringis kesakitan akan membangunkan lelapnya tidur Rasulullah Muhammad SAW. Mengalirnya air mata Abu Bakar tak lagi tertahankan hingga menetes di atas wajah Nabi, hingga Nabi pun bangun dan bertanya, “Apa yang menimpamu wahai Abu Bakar?” Abu Bakar pun menjawab, “Aku disengat sesuatu wahai Rasulullah.” Mengetahui sahabatnya terkena gigitan ular, atas seizin Allah Rasulullah pun berbicara kepada ular tersebut, “Wahai ular tahukah kamu , jangankan daging atau darah Abu Bakar, rambutnya pun haram kamu makan.” Ular pun menjawab, “Hamba mengerti ya Rasulullah. Bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah SWT mengatakan, barang siapa yang memandang kekasihKu Muhammad Fii Ainil Mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke Surga Firdaus. Ya Rabb beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. Aku (Ular) ingin memandang wajah kekasihMu Fii Ainil Mahabbah.” Dan Allah pun berkata, “Silahkan pergi ke Gua Tsur. Tunggu disana, kekasihKu akan datang pada waktunya.” “Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku rindu untuk berjumpa dengan engkau Muhammad. Tetapi sekarang ditutupi oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tak ada urusan dengan Abu Bakar, Aku ingin bertemu dengan engkau Wahai Rasulullah.” Rasulullah pun menjawab, “Lihatlah ini. Lihatlah wajahku.” Dipandanginya wajah Rasulullah dengan penuh rasa cinta dan kerinduan yang mendalam.

Setelah itu atas izin Allah SWT, Nabi Muhammad SAW mengobati kaki Abu Bakar dengan ludahnya, seketika lukanya pun sembuh dan Abu Bakar pun bisa berdiri kembali lalu tersenyum kepada Rasulullah.

Bersambung…

Jazzakumullah khoiron katsiro.
Wassalamualaykum warahmatullohi wabarokatu.

Sumber :
Channel Youtube Khalid Basalamah Official
Channel Youtube Inspira Studio
Tautan Kisahmuslim.com

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.