27 Derajat dalam Shalat Berjamaah

0
868

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Pahala shalat berjamaah dibanding shalat sendirian adalah 27 derajat, lebih utama shalat berjamaah.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam. Kemudian beliau menghadap kami setelah shalat, lalu bersabda,

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Bukhari, no. 645 dan Muslim, no. 650)

Kesimpulan Mutiara Hadits

  • Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat berjamaah dibanding shalat sendirian.
  • Dua puluh tujuh derajat diperoleh baik jama’ahnya banyak maupun sedikit.
  • Shalat berjama’ah bukanlah syarat sahnya shalat karena shalat sendirian dalam hadits ini masih dianggap sah. Lihat bahasan dalam Fath Al-Bari, 2: 136.
  • Mengenai hukum shalat berjamaah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang menyatakan wajib, ada yang menyatakan sunnah, ada yang menyatakan fardhu kifayah. Yang tepat nantinya, shalat berjamaah itu wajib bagi laki-laki sebagaimana pendapat dari ‘Atha’, Al-Auza’i, Imam Ahmad, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaimah dan Daud Az-Zahiri.
  • Dua puluh tujuh derajat sebagai pahala shalat berjamaah ditujukan pada laki-laki sebagaimana penggabungan dengan hadits yang lain.

Referensi: (1) Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 359-367. (2) Shalat Al-Mu’min. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani. Penerbit Maktabah Al-Malik Fahd. hlm. 517-519

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.