Ghuroba’

0
1346
Ilustrasi : Ghuroba' (elsunnah.files.wordpress.com)

Beritalangitan.com – Kebenaran tidaklah diukur dari kadar banyaknya orang yang mengikutinya, apalagi dizaman sekarang dimana kesesatan dan kemunkaran merajalela, dimana hanya segelintir orang yang senantiasa berada diatas hidayahNya.

Rasul saw telah memperingatkan bahwa di zaman akhir islam akan semakin asing :

Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing, maka bahagialah orang-orang asing. 

Namun terdapat satu kemusykilan dari hadist, ini; kalau kita perhatikan justru islam sekarang bertambah ramai, banyak majlis pengajian-sholawatan digelar, islam juga semakin dikenal dan juga merupakan agama yang paling cepat berkembang didunia, lalu dimanakah unsur keasingannya.

Jawabnya adalah ;bahwasanya semua yang anda lihat adalah dari segi dzahirnya saja, kenyataanya kaum muslimin semakin banyak meninggalkan ajaran-ajaran islam, banyak dari mereka (misalnya) adalah pengikut faham sekulerisme (walaupun mereka tidak meyadarinya), pluralisme, bahkan liberalisme, banyak juga yang bermental materialisme.

Karena itulah dalam hadits lain, dijelaskan mengenai maksud “ghuroba”;

Dikatakan “wahai Rasulullah, siapakah orang-orang asing?” Rasul menjawab : “Yaitu orang-orang yang menghidupkan sunnahku dan mengajarkannya kepada hamba-hamba Allah”.

Jadi Ghuroba’ adalah orang-orang yang menghidupkan, mengamalkan sunnah Rasul yang tidak lain adalah syari’at islam itu sendiri.

Al-quran bahkan memperingatkan kita untuk tidak gampang ikut apa yang dilakukan orang-orang.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah mengira-ngira. (Al-An’am)

Adapun hadist yang menyatakan perintah untuk mengikuti golongan yang terbesar dan bahwasanya yang mengucil maka ia mengucil di neraka:

İkutilah golongan yang paling besar, (karena) tangan (kekuatan) Allah atas Jama’ah, barang siapa mengucil maka ia mengucil di neraka.

maka yang dimaksud adalah golongan besarnya para sahabat dan tabiin dan orang-orang yang mengikutinya, karena tidak mungkin Rasul saw menyuruh mengikuti golongan besar namun sesat.

Golongan ghuroba’ inilah yang senantiasa berdiri diatas kebenaran, diatas petunjuk Alquran dan sunnah Rasul, mereka berusaha menunjukkan kebenaran namun dianggap gila, cari sensasi, cari pangkat, dsb. Dengan kata lain, Sebagian kaum muslim justru bersikap sama seperti sikapnya bani israel kepada Rasul mereka:

Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh? (Al-Baqoroh)

İnilah yang dialami guru-guru saya dan orang-orang yang berusaha menyampaikan kebenaran lainnya, dan tak jarang orang-orang seperti ini berusaha dihabisi nyawanya.

Orang-orang awam tidak akan tau rasanya menjadi seorang asing, hanya orang yang punya ilmulah yang mampu merasakannya disebabkan pengetahuan yang ia miliki. (sumardi)

Sumber : taimullah.wordpress.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.