Perhatikan Saat Pahala Terkikis Tanpa Kita Sadari

0
535
Ilustrasi

Beritalangitan.com – Saya sekarang berada di pepohonan bakau, yang salah satu manfaat dari bakau adalah menghentikan atau mengurangi pengikisan batuan oleh air. Sehingga pohon bakau ini fungsinya adalah agar tidak terjadi longsor ataupun banjir yang diakibatkan oleh air tersebut.

Begitulah amal ibadah. Amal ibadah semestinya harus senantiasa diberikan pondasi yang kuat dan tidak ada pondasi yang kuat untuk amal ibadah kecuali dengan akidah yang benar.

Akidah yang benar akan mengurangi pengikisan-pengikisan pahala terhadap amal ibadah tersebut sebagaimana pohon bakau menahan pengikisan yang terjadi oleh air. Kalau kita perhatikan ayat suci Alquran akan menunjukan tentang bagaimana fungsi akidah di dalam amal ibadah.

Allah Subhnahu wa Ta’la berfirman di dalam surat Al An’am ayat 88:

“Yang demikian itu adalah petunjuk Allah Subhnahu wa Ta’la, yang Allah berikan petunjuk kepada siapa saja yang di kehendakinya.”

Kalau seandainya mereka para Nabi ‘alayhisalatu wa salam melakukan kesyirikan maka akan terhapus seluruh apa yang mereka telah amalkan. Lihat disini! Pondasi akidah benar-benar menguatkan amalan tersebut.

Amalan tidak akan terhapus (tidak akan terkikis) pahalanya dengan akidah yang benar. Kebalikan dari itu, amalan yang tidak didasari dengan akidah yang benar maka amalan tersebut akan terhapus, amalan tersebut akan terkikis bahkan tidak ada nilainya disisi Allah Subhnahu wa Ta’la.

Bahkan hal ini juga berlaku untuk Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam diperingatkan oleh Allah Subhnahu wa Ta’la:

“Jika engkau wahai Muhammad, melakukan kesyirikan dalam beribadah (beribadah kepada Allah tapi pada saat bersamaan juga beribadah kepada selain Allah inilah yang dinamakan dengan kesyirikan) maka sungguh amalanmu akan terhapus dan sungguh engkau akan benar-benar merugi.” (QS Az Zumar: 65)

Maka kokohkanlah amal ibadah anda jangan sampai terkikis akibat kesyirikan. Ikhlaskan selalu amal ibadah hanya untuk Allah Subhnahu wa Ta’la. Ikhlaskan selalu, murnikan ibadah hanya untuk Allah Subhnahu wa Ta’la.

Jauhkan 2 (dua) hal:
1. Ingin dapat pujian dari manusia.
2. Ingin dapat hadiah dari manusia.

Karena Imm Ibnu Qayyim rahimahullah Ta’la pernah menyebutkan makna ikhlas adalah:

“Jangan sampai engkau menuntut seseorang melihat amal ibadahmu selain Allah Subhnahu wa Ta’la dan jangan sampai engkau menuntut seseorang memberikan ganjaran atas amal mu selain Allah Subhnahu wa Ta’la.”

Inilah orang yang ikhlas! Tidak meminta ada yang menuntut melihatnya kecuali Allah Subhnahu wa Ta’la. Tidak meminta ganjaran kecuali hanya dari Allah Subhnahu wa Ta’la.

Semoga amal ibadah kita tetap kokoh sehingga pahalanya yang kita dapatkan sempurna. [Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc] / (die)

 

Sumber : Inilah.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.