Setiap Perkataan Rasulullah adalah Perkataan Allah

0
273

Oleh: Musa Sulthon Sibghotulloh

Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamualaykum warahmatullohi wabarokatu,

Berikut adalah Khutbah terakhir yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam dihadapan umatnya yang hadir, sebelum Allah wafatkan beliau pada usia yang ke-63 tahun pada tahun 11 Hijriah. Disertai dengan kutipan-kutipan dari Ayat Suci Al Qur’an yang membenarkan bahwa setiap apa-apa yang diucapkan oleh beliau, segala sesuatu yang keluar dari lisan beliau berisikan wahyu dan peringatan bagi umatnya.

Khutbah ini disampaikan pada 9 hb Dzulhijjah tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah.

Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan. (QS. Al-A’raf (7) : 204) “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. (QS. Al-Munafiqun (63) : 11) “Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” Oleh karena itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini. “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461).

Wahai manusia sepertimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah yang suci. (QS. Asy-Syams (91) : 9-10) “Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak, (QS. An-Nisa (4) : 29) “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar)…” janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. (QS. Al-Ahzab (33) : 58) “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” Ingatlah sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan Dia pasti akan membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. (QS. Al-Zalzalah (99) : 6-8) “Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua amal perbuatanya. Maka barang siapa mengerjakan kebajikan seberat zarrah, maka dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” Allah telah mengharamkan riba, oleh karena itu segala urusan yang melibatkan riba segera dibatalkan mulai sekarang. (QS. Al-Imron (3) : 130) “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Berwaspadalah terhadap Syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil. (QS. Shad (38) : 82-83) “(Iblis menjawab), “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih diantara mereka.”

Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas para istri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu. (QS. Al-Baqarah (2) : 228) “…Dan mereka (Para Perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut…” Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, mereka juga berhak diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. (QS. An-Nisa (4) : 34) “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya…” Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka karena sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. (QS. Al-Imran (3) : 159) “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu…” Dan hak kamu atas mereka adalah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina. (QS. Al-Anbiya (21) : 91) “Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kerhormatannya, lalu kami tiupkan (roh) dari kami kedalam (tubuh)nya. Kami jadikan dia dan anaknya sebagi tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.”

Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, (QS. Al Baqarah (2) : 256) “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada thagut, dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” dirikanlah sholat lima waktu, (QS. Thaha (20) : 14) “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah Sholat untuk mengingat Aku.” berpuasalah di bulan Ramadhan (QS. Al-Baqarah (2) : 183) “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” dan tunaikanlah zakat dan harta kekayaan kamu. (QS. At-Taubah (9) : 103) “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya do’amu itu menumbuhkan ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. (QS. Al-Imran (3) : 97) “…Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan kesana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” Ketahuilah setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. (QS. Al-Hujurot (49) : 10) “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam taqwa dan beramal sholeh. (QS. Al-Hujurot (49) : 13) “Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Ingatlah, bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan di atas apa yang telah kamu kerjakan. Oleh karena itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu keluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku. (QS. Al-Isra (17) : 36) “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawaban.”

Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. (QS. Al–Maidah (5) : 3) “…Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu…” Oleh karena itu manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. (QS. Al-Ankabut (29) : 43) “Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat unutuk manusia dan tidak akan ada yang memahaminya kecuali mereka yang berilmu.”

Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al Qur’an dan Sunnahku. (QS. An-Nisa (4) : 59) “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikan pula kepada orang lain dan hendaklah orang itu menyampaikannya pula kepada orang lain. (QS. Al-Asr (103) : 1-3) “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dan dari mereka yang mendengar terus dariku. Saksikanlah ya Allah, bahwasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu. (QS. Al-Imran (3) : 104) “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Jazzakumullah khoiron katsiro.
Wassalamualaykum warahmatullohi wabarokatu.

Senin, 5 Sya’ban 1441H / 30 Maret 2020

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.