Syiah di Balik Celana Cingkrang (1)

0
1094

Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi

Beritalangitan.com – DENGAN Nama Allah yang menjadikan Malaikat Jibril ‘Alaihissalam sebagai pengantar wahyu,dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah pada Al-Habibul Mahbuub Rasulullah, Keluarga, serta para Sahabatnya, Shalawatullah Wa Salaamuhu ‘Alaihim.

Allaahumma Shalli Wa Sallim ‘Ala Muhammad Wa ‘Ala Aalihi Wa Shahbihi Ajma’iin….

Kalau kita mencermati Fiqhul Waqi’ (realita kekinian) yang tengah terjadi, niscaya akan kita saksikan betapa semakin gencarnya perang pemikiran di antara kaum muslimin, bersamaan dengan itu kita akan temukan adanya bau-bau bangkai para teroris yang senantiasa tak letih-letihnya meneror umat ini dengan berbagai propaganda, adu domba, dan fitnah yang tiada habis2nya.

Laa Haula Wala Quwwata Illa Billaah…..

Di antara adu domba dan propaganda itu adalah Fitnah “Celana Cingkrang”. Tidak jarang saya temukan di beberapa jejaring sosial banyak kalangan (baik individu maupun kelompok) yang habis-habisan mencaci maki dan menghujat orang-orang yang bercelana “cingkrang”.

Saya berpikir agak lama, dan mulai saya pelajari tentang apa dan siapa sebenarnya di balik fenomena adu domba dan fitnah ini…

Mari kita saling memberi pencerahan, Allahu A’lam Wal-‘Ilmu ‘Indallah.

kenapa “Celana Cingkrang”?

“Celana Cingkrang” maksudnya adalah memakai kain, baik sarung, celana, atau jubah di atas mata kaki. Sebagian penduduk bumi menyebutnya dengan “celana cingkrang” atau “celana ngatung”. Oleh karena itu, seorang muslim yang memakai kain baik berupa sarung, celana, atau jubah melewati mata kaki, dalam istilah syari’at di sebut dengan ISBAL.

Lalu kenapa sebagian ummat Islam memakai “celana cingkrang” alias tidak Isbal?

Jawabannya, karena Nabi melarang Isbal.

Lalu mana dalilnya Rasulullah melarang Isbal?

1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam Hadits yang di riwayatkan Imam Bukhori di no hadits 5450 Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, “Apa saja yang melebihi dua mata kaki baik berupa kain sarung atau celana maka tempatnya di neraka.”

Lalu apa lagi dalilnya?

2. Di dalam Kitab Shahih Muslim No 2086 di riwayatkan bahwa ‘Abdullah putranya ‘Umar Bin Khathab berkata, ”Aku melewati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kain sarungku menjulur ke bawah melewati mata kaki, lalu Beliau bersabda “Wahai Abdullah, naikkan kain sarungmu.”

Maka aku pun menaikannya.

Lalu Beliau bersabda lagi, “Tambahkan.”

Maka aku naikkan lagi dan aku senantiasa menjaganya setelah itu. (Hadits Riwayat Imam Muslim)

Lalu apalagi dalil yang melarang Isbal? Sebenarnya masih banyak, tapi saya akhiri dengan Riwayat ini:

3. Amr bin Muhajir Rahimahiullah pernah berkata, “Jubah-jubah ‘Umar bin Abdul Aziz serta pakaian-pakaiannya senantiasa menjulur hingga antara mata kaki dan tali sandalnya, maksudanya tidak melewati mata kaki”.

LALU APAKAH BERDOSA DAN MASUK NERAKA ORANG YANG PAKEK CELANA ATAU KAIN MELEWATI MATA KAKI?

Jawabannya adalah:

Pertama: Allahu A’lam, hanya Allah yang maha tahu.

Kedua: Kalau menuruti zhohir hadit-hadist di atas maka ya ancamannya adalah neraka, dan memang sangat jelas Nabi melarang Isbal (yakni mengenakan kain melewati mata kaki).

Ketiga: para ‘Ulama ASWAJA (Ahlus Sunnah Wal Jamaah) berselisih pendapat tentang hukumnya, karena selain hadits-hadist yang saya sebutkan tadi, ada juga Hadits2 shahih yang melarang Isbal karena kesombongan. artinya, ada hadits-hadist yang melarang Isbal karena disertai kesombongan sehingga ‘Ulama berbeda pendapat tentang hukum Isbal bukan karena sombong.

BERSAMBUNG

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.