ITS Surabaya Dirikan Pusat Kajian Halal

0
836
ilustrasi: Kantin ITS (ITS)

Di Jawa Timur, terdapat 2 perguruan tinggi yang berinisiatif untuk membentuk LPH, masing-masing di Universitas Brawijaya Malang dan ITS Surabaya

Beritalangitan.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya secara resmi dijadwalkan membentuk Pusat Kajian Halal, yang sementara ini disebut ITS Halal Center.

Prof Dr Adi Soeprijanto Ketua LPPM ITS, mengatakan dibentuknya pusat kajian halal ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap produk-produk halal yang disyariatkan dalam agama Islam.

“Pada pasal 12 UU nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, disebutkan bahwa pemerintah atau masyarakat diperbolehkan membentuk lembaga pemeriksa halal (LPH). Nah, ITS berinisiatif membentuk wadah pusat kajian halal,” ujar Adi Soeprijanto dikutip laman suarasurabaya.

Di Jawa Timur, lanjut Adi terdapat 2 perguruan tinggi yang berinisiatif untuk membentuk LPH, masing-masing di Universitas Brawijaya Malang dan ITS Surabaya.

“LPH di ITS dibentuk sebagai pusat kajian. Tidak sekedar melakukan pemeriksaan dan atau pengujian kehalalan produk semata. Lebih luas dari itu melakukan penelitian-penelitian mencari bahan alternatif pengganti bahan yang haram, baik untuk kebutuhan obat maupun makanan,” kata Adi.

Sementara itu ditambahkan Dr rer.nat Fredy Kurniawan, Ketua ITS Halal Center, bahwa lembaganya tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat terkait dengan pemeriksaan prosedur untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Tapi nantinya juga melakukan penelitian-penelitian terkait dengan bahan pengganti yang banyak digunakan masyarakat, tetapi masih menjadi perdebatan dari sisi kehalalannya.

Kapsul pembungkus obat misalnya, hingga saat ini sebagian masih menggunakan gelatin babi. Tapi karena termasuk kategori darurat, maka masyarakat seolah menjadi biasa untuk mengkonsuminya.

“Kami sedang meneliti pembuatan pembungkus kapsul dari bahan yang lebih halal. Misalnya, rumput laut dan tanaman Lidah Buaya,” kata Fredy.

Indonesia dengan penduduk muslim terbesar punya pasar yang luar biasa untuk menyiapkan bahan pengganti itu, sehingga wajib bagi ITS memberikan kontribusi terhadap kebutuhan umat. “Bahan alternatif pengganti ini jadi penting ditengah kekhawatiran publik terhadap halal tidaknya apa yang mereka konsumsi,” ujar Fredy.

Kamis (24/03/2016) ini digelar seminar menghadirkan 3 pakar KH Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof Dr M Roem Rowi (Gubes UINSA Surabaya), dan Siti Aminah (Kasubdit Produk Halal Kemenag RI), menandai beroperasinya ITS Halal Center yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS Surabaya. (Ft)

Sumber : Hidayatullah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.