Tiada Lelah Dalam Beribadah

0
983

Manusia diciptakan Allah sebagai Khalifah di bumi, ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Apa yang dipimpin oleh seorang manusia? Dia memimpin jiwa dan raganya sendiri terlebih dahulu, dalam lingkup terdekat kewajiban atas dirinyalah yang paling besar. Karena setiap jiwa dan raga yang akan kembali berhadapan dengan Allah, dan Allah pula yang akan mempertanyakan apa yang telah diperbuat oleh tubuh ini.

Seorang manusia terbentuk dan dibentuk oleh lingkungan, keluarga, perteman, sosialisai dan keadaan dimana apa yang dilihat dan dirasakan masuk kedalam otak dan menyebabkan berbagai macam sugesti-sugesti positif ataupun negative.

Ketika manusia telah mendapatkan informasi yang masuk dalam syaraf otak nya maka itulah yang akan dilakukan. Berbagai macam kegiatan akan dilakukan jika itu membuat sesuatu yang dinamakan perasaan menjadi tenang, nyaman dan puas.

Kepuasan batin inilah yang saat ini lebih mendekati pada sisi materi dan keduniawian. Manusia seolah olah diarahkan oleh lingkungan untuk mencapai kepuasan dari sisi materi saja, tanpa berfikir kembali darimana ia berasal, oleh siapa ia diciptakan dan oleh siapa pula naluri dan sesuatu yang tidak pernah terukur oleh logika itu berasal.

Besar maupun kecil kenikmatan yang didapatkan, jika diukur dengan materi akan selau merasa kurang. Namun lain hal nya jika semua itu dirasakan dengan bersyukur. Kemudahan dalam menjalani suatu perkara didunia adalah karunia yang lebih indah daripada mendapatkan materi yang tidak barokah.  Lelah dalam beribadah tidak akan terjadi, jika ibadah itu dijadikan sebagai dasar dari kehidupan didunia. Dengan meng-azzam-kan segala sesuatu dengan ibadah, niscaya semua akan terasa indah dan mudah. Tidak ada kata sulit melaikan istirahat, tidak ada kata selesai melainkan permulaan.

Semua ibadah dan rizqi akan terhenti, jika nafas telah berhenti berhembus dan raga bertumpuk pada lapisan lapisan tanah. Sebagai manusia kita dituntut untuk selalu ber-muhasabah atas apa yang terjadi pada diri kita, boleh jadi doa kita terlalu tinggi namun ibadah kita masih dangkal, hingga tabungan amal tidak mencukupi atas doa-doa tinggi yang selama ini terpanjatkan. Jangan lelah dalam beribadah, dengan ibadah tidak akan ada yang sia-sia. Jalankanlah Islam dengan kaffah (sempurna).

Semoga bermanfaat.

Khaifa Islamadina

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.