17 Poin Penting Sambut Ramadhan Karim

0
2425

Beritalangitan.com

“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Saudaraku,

JIKA kita merenungi khotbah Rasulullah SAW dalam menyambut bulan suci ramadhan di atas, ada beberapa poin penting yang patut diperhatikan.

Saudaraku,

Poin pertama dinyatakan bahwa bulan ramadhan itu bulan yang mulia, sebab hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Saudaraku,

Poin kedua dinyatakan bahwa di bulan ramadhan umat muslim sebagai tamu yang diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Sehingga, di bulan suci ini nafas-nafas umat muslim yang sedang berpuasa menjadi tasbih, tidurnya menjadi ibadah, amal-amalnya pun diterima dan doa-doa diijabah.

Saudaraku,

Poin ketiga dinyatakan bahwa umat muslim harus memperbanyak amalan-amalan kebaikan pada bulan suci ramadhan yaitu dengan Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin, memuliakan orang tua, menyayangi yang muda, menyambungkan tali persaudaraan, menjaga lidah, menahan pandangan dari apa-apa yang tidak halal untuk memandangnya, menahan pendengaran dari apa-apa yang tidak halal untuk mendengarnya, mengasihi anak-anak yatim, serta bertaubat kepada Allah dari dosa-dosamu.

Saudaraku,

Poin keempat dinyatakan bahwa pada saat bulan ramadhan diri-diri umat muslim tergadai karena amal-amal mereka, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggung umat muslim berat karena beban (dosa) mereka, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudnya.

Saudaraku,

Poin kelima dinyatatakan bahwa Allah SWT bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Saudaraku,

Poin keenam dinyatakan bahwa siapa saja umat muslim yang memberi buka kepada orang-orang mukmin lain yang berpuasa di bulan ramadhan, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Saudaraku,

Poin ketujuh dinyatakan bahwa di bulan ramadhan ini umat muslim bisa menjaga diri mereka dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma dan seteguk air. Artinya umat muslim harus memperbanyak sedekah di bulan suci ini, agar terhindar dari api neraka.

Saudaraku,

Poin kedepalan dinyatakan bahwa uamt islam harus memperbanyak  membaguskan akhlaknya di bulan suci ini, agar mereka berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Adapun beberapa akhlak baik yang dijelaskan dalam hadits ini yaitu meringankan pekerjaan pegawai atau pembantu di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat, menahan kejelekannya di bulan ini, maka Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya, memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya, menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, maka Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya, melakukan shalat sunat di bulan ini, maka Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka, melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain, memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan, serta membaca Al Qur’an meski hanya satu ayat Al-Quran, maka ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Subhanallah.

Saudaraku,

Poin kesembilan yaitu umat muslim harus memperbanyak membaca doa-doa yang baik. Dalam hadits di atas kita dianjurkan untuk meminta kepada Allah agar tidak pernah menutupkan pintu-pintu surga yang dibuka pada saat bulan ramadhan, berdoa memohon kepada Allah SWT agar pintu-pintu neraka tidak akan pernah dibukakan kembali ketika setelah ramadhan, memohon kepada Allah agar setan-setan tidak pernah lagi menguasai diri serta menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.

Saudaraku,

Poin kesepuluh dinyatakan bahwa bulan ramadhan itu adalah bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu di bulan ini Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’. Sehingga sebagai umat muslim kita harus menjalankan perintah Allah tersebut.

Saudaraku,

Poin kesebelas dinyatakan bahwa di bulan ramadhan umat muslim harus banyak mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, sebab jika seorang muslim melakukan satu kebajikan di bulan ramadhan maka sama dengan orang yang menunaikan suatu amal fardhu di dalam bulan yang lain.

Saudaraku,

Poin keduabelas dinyatakan bahwa bulan ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Oleh karena itu umat muslim harus lebih sabar di bulan ini. Selain itu ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya. Sehingga umat muslim harus memperbanyak sedekah atau membantu oranglain.

Sadauraku,

Poin ketigabelas dinyatakan bahwa siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang sedang berpuasa, maka Allah akan mengampuni dosanya dan memerdekakan dirinya dari neraka. Bahkan Allah SWT memberikan keadilalan-Nya bahwa orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.

Saudaraku,

Poin keempatbelas dinyatakan jika seorang muslim tidak mempunyai sesuatu yang akan diberikan kepada oranglain untuk berbuka puasa, maka hanya dengan memberi sebutit kurma atau seteguk air dan sehirup susu pun Allah akan memberikan pahalanya kepadanya. Subhanallah.

Saudaraku,

Poin kelimabelas dinyatakan bahwa bulan ramadhan itu bulam istimewa, bagaimana tidak bulan suci ini adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka.

Saudaraku,

Poin keenambelas dinyatakan bahwa seorang muslim harus memperbanyak empat perkara di bulan ramadhan, dimana dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Allah, dan dua perkara lagi untuk kebaikan dirinya yangs angat diperlukan ketika di akhirat kelak.

Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.

Saudaraku,

Poin ketujuhbelas dinyatakan bahwa siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa di bulan ramadhan, niscaya Allah akan memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.Subhanallah

Saudaraku,

Ketujuhbelas poin dalam hadits di atas, kiranya kita bisa melaksanakannya di bulan mulia, bulan penuh rahmat yakni Bulan Ramadhan!. Wallahu’alam [die]

Sumber : islampos

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.