7000 Warga Menghadiri Kajian Ustadz Dr. Syafiq Basalamah di Gunung Kidul

0
755
Dr. Syafiq Basalamah Kajian di Gunung Kidul.

Beritalangitan.com – Suasana Pondok Pesantren Darush Sholihin Gunung Kidul Sabtu (20/8/2016), tidak seperti biasanya, ribuan warga memadati area tersebut, mereka datang untuk menghadiri Kajian dengan narasumber Ustadz Dr. Syafiq Basalamah.

Dilansir Islamedia, Menurut penuturan pimpinan Pesantren Darush Sholihin Muhammad Abduh Tuasikal, diperkitakan sekitar 7.000 jama’ah hadir dalam kajian Ustadz Dr. Syafiq Basalamah di Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, yang berlangsung dari 15.30-17.00 WIB.

7000 Warga Gunung Kidul Antusias Hadiri Kajian Ustadz Dr.Syafiq Basalamah 1
Warga berbondong-bondong memadati kajian Ustadz Dr. Syafiq Basalamah.

Jama’ah yang didominasi oleh ibu-ibu berjilbab dan juga tidak sedikit bapak-bapak, selain berasal dari Gunungkidul dan daerah sekitarnya.

Magnet yang luar biasa dari ustadz lulusan doktoral Universitas Islam Madinah yang saat ini menjadi dosen di Sekolah Tinggi Dirosat Islamiyah Jember, Jawa Timur.

Hadir juga dalam kajian tersebut Ketua MUI Gunungkidul, Pimpinan PDM Gunungkidul, jajaran Muspida Gunungkidul, jajaran Muspika Kecamatan Panggang – Purwosari, hingga Kepala Desa Girisekar dan jajarannya serta beberapa kepala KUA di Gunungkidul (Panggang, Purwosari, Saptosari, Ponjong dan Gedangsari).

7000 Warga Gunung Kidul Antusias Hadiri Kajian Ustadz Dr.Syafiq Basalamah 3
Ustadz Dr. Syafiq Basalamah membawakan kajian.

Doktor Syafiq membawakan kajian dengan tema “Tetaplah Bersamaku”, tema tersebut direncanakan oleh panitia mengingat angka perceraian di Gunung Kidul relatif tinggi. Sumber BPS menyebutkan bahwa pada tahun 2015 tercatat sebanyak 1031 kasus perceraian atau hampir setiap hari ada 4 kasus perceraian.

Dalam ceramahnya, Ustadz Syafiq memberikan nasihat dan tips agar perceraian tidak terjadi, yaitu para suami-istri mesti saling mengerti kekurangan, saling memaafkan dan jangan lupa saling mengucapkan terima kasih (menghargai jasa yang lain).

“Karena setiap yang berbuat baik pada kita, hendaklah dibalas apalagi kebaikan dari pasangan dalam rumah tangga, yaitu antara suami-istri. Kita sendiri kalau di warung saja ada yang layani dengan baik, kita bisa mengucapkan terima kasih. Masa dengan pasangan di rumah tidak bisa? ” Ujar Ustadz Syafiq. (jm)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.